Kaltara

Pembangunan PLTA Berpotensi Tenggelamkan Desa

2019

TimurMedia.com:

Ilustrasi, PLTA Sungai Kayan Kaltara. (Mehran)

Report: Janu| Editor: Faisal

TIMUR MEDIA – Wahana Lingkungan Hidup atau WALHI Kaltim mengkhawatirkan, rencana pembangunan bendungan untuk PLTA Sungai Kayan berpotensi menenggelamkan dua desa.

Bendungan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air itu mengancam 160 KK di dua desa terkait. Yakni desa Long Lejuh dan Long Peleban, Kecamatan Peso Bulungan, Kalimantan Utara.

Pembangunan PLTA itu bakal dilakukan di atas lahan seluas 18 hektare.

Direktur Walhi Kalimantan Timur Yohana Tiko menilai pembangunan bendungan PLTA yang direncanakan untuk menyuplai listrik ibu kota baru itu, juga berdampak serius bagi ekosistem Sungai Kayan.

“Selain itu ada juga lima desa lain yang akan berdampak serius,” ujar Yohana.

Karena, lanjutnya, akan dibangun DAM yang lain dan akan menenggelamkan hutan primer. Begitu juta berdampak pada ruang hidup masyarakat lokal di sekitat aliran sungai Kayan yang panjangnya 576 kilometer dengan sekitar dua puluh desa.

Yohana menegaskan, pembangunan PLTA Sungai Kayan sebaiknya menggunakan rekomendasi Kajian Lingkungan Hidup Strategis yang bersifat khusus.

“Ada banyak hal yang harus diperhatikan, baik lingkungan serta masyarakat,” jelasnya.

|Sumber: CNN Indonesia
🅣🅘🅜🅤🅡 🅜🅔🅓🅘🅐

Most Popular

To Top