Penajam Paser Utara

Pembangunan Jembatan Pulau Balang Hampir Rampung

Pewarta: Teguh I Editor: Isnan Rahardi

TIMUR MEDIA – Proses pembangunan jembatan Pulau Balang terus dikebut. Saat ini pengerjaan fisiknya hampir rampung, progres finishingnya telah mencapai 87 persen. Nantinya, jika pembangunannya tuntas maka proyek ini segera diserahkan kepada Kementrian PUPR sebagai pemilik.

Pejabat Pembuat Komitmen Pembangunan Jembatan Pulau Balang, Bismo memperkirakan jembatan ini bisa dituntaskan awal tahun depan. “Kami perkirakan di penghujung November sudah bisa terhubung. Untuk finishingnya ditargetkan selesai pada Februari tahun 2021,“ jelas Bismo.

Ia menyampaikan hal itu disela kunjungan kerja Anggota DPR RI Komisi VII Awang Faroek Ishak dan Rudy Mas’ud. Menurutnya jembatan ini mengubungkan dua daerah di Kaltim, yaitu Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kota Balikpapan. Jembatan Pulau Balang menjulang setinggi 29 meter dengan lebar 22,4 meter. Sejauh ini masih ada dua kendala yang dihadapi, yakni terkait pembebasan lahan dan anggaran.

Pembebasan lahan di sisi Balikpapan sepanjang 13 kilometer belum tuntas. “Kalau proses penyerahan status lahan belum juga bebas, ini bisa menjadi masalah,” ingatnya. Selain itu, dari informasi yang didapatnya, tahun ini Pemprov Kaltim tidak menganggarkan pembebasan lahan.

“Tahun ini, yang dianggarkan Pemprov Kaltim hanya sampai dengan penetapan lokasi. Sedangkan untuk pembebasan lahan belum ada,” jelas Bismo.

Jembatan Pulau Balang (Satker KemenPUPR Pulau Balang).

Legislator DPR, Awang Faroek menjelaskan jembatan Pulau Balang ini termasuk salah satu Pembangunan strategis Nasional di Kaltim. Sebab bukan hanya menguhubungkan PPU dan Balikpapan. Melainkan, juga menghubungkan Kaltim dan Kalsel serta Kalimantan. Termasuk terkoneksi dengan jalan Tol Balikpapan –Samarinda dan ibukota baru.

Anggota DPR RI, Rudy Masud mengatakan selaiknya Pemprov Kaltim bisa memfasilitasi anggaran yang dibutuhkan. Alasannya untuk membangun kontruksi jembatan membutuhkan waktu lama. “Jadi sayang kalau hanya karena pembebasan lahan belum clear, lalu pembangunan insfrastrukturnya dihentikan.“

Bupati PPU Abdul Gafur berharap pembangunan jembatan bisa rampung sesuai target. Apalagi, pembebasan lahan di sisi PPU sudah tuntas, saat ini hanya tersisa di sisi Balikpapan. “Padahal jembatan ini sangat dibutuhkan. Kalau boleh PPU yang menyelesaikan ini mungkin sudah kami selesaikan sejak dulu persoalan lahan ini agar pembangunan bisa berjalan lancar,“ katanya.

Sebelumnya, Kepala Proyek Jembatan Pulau Balang Dhono Nugroho menyampaikan jembatan ini didesain dengan lebar 22,4 meter yang mencakup empat lajur, yang dilengkapi trotoar di samping kanan dan kiri. Untuk mendukung akses menuju jembatan, dibangun pula jalan sepanjang 1.969 meter.

Jembatan ini juga dilengkapi dek utama sepanjang 804 meter dan dek pendekat 167 meter. PT Hutama Karya (Persero) dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT Bangun Cipta Konstruksi selaku pelaksana konstruksi mengadopsi model Cable Stayed Bridge.

Ia menjelaskan, model cable stayed bridge Jembatan Balang membutuhkan kabel prategang setinggi 29 meter untuk menahan beban jembatan. Ada dua pylon atau tiang jembatan setinggi 116 meter untuk menahan kabel-kabel dan 144 bore pile atau tiang pancang sebagai penopang jembatan.

Ia memprediksi jarak tempuh dari Balikpapan ke ibukota baru yang sebelumnya mencapai lima jam melalui jalur laut bisa hanya satu jam dengan rute Balikpapan-Kariangau-Jembatan Pulau Balang-Simpang Gersik-Penajam. Biaya yang digelontorkan hingga kini total mencapai Rp1,38 triliun bersumber dari APBN.

 

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button
Close
Close