Balikpapan

Pedagang Kebun Sayur Tagih Janji Pemerintah

Lima tahun lahan dibiarkan mangkrak.

Report: Taufik Hidayat I Editor: Faisal 

TIMUR MEDIA – Pedagang pasar Inpres Kebun Sayur, Balikpapan Barat, menanyakan tindaklanjut lahan bekas pasar yang kini ditumbuhi ilalang tinggi. Mereka menagih janji Pemerintah Balikpapan terkait renovasi pasar tersebut. Sudah lima tahun, lahannya dibiarkan mangkrak begitu saja.

Ketua Persatuan Pedagang Pasar Inpres H. Muhammad, meminta Pemerintah Balikpapan agar serius memperhatikan nasib mereka.

Ia mengisahkan lahan pasar itu sempat terbakar pada tahun 2015. “Selama habis kebakaran adem ayem aja sudah, tidak ada gerakan dari Pemda, kita cuma sabar aja begini keadaannya,” keluh Muhammad, yang karib disapa Mamat, Selasa 7 Desember 2020.

Menurutnya usai kebakaran tahun 2015, para pedagang mengungsi lantaran belum ada pembangunan dari pihak terkait. Mereka terpencar lantaran lahan pasar itu mangkrak. Bahkan tampak ditumbuhi ilalang di kanan dan kiri. Pagarnya hanya ditutupi seng ala kadarnya.

Dulu, lanjut Mamat, ada puluhan pedagang yang berjualan di sana. Saat ini habis, tak sampai 10 pedagang. Toko yang dulu menghiasi tempat berjualan mereka, kini hanya tampak warung yang berbentuk tenda.

Lahan bekas Pasar Inpres Balikpapan Barat, hanya dipagari seng ala kadarnya. (TM)

Mamat berujar, sampai saat ini tidak ada gerakan dari Wali Kota Rizal Effendi dan pihak terkait. “Dari dulu terlihat adem ayem. Lahan pasar sebagian yang masih kosong, justru menjadi lahan persinggahan gerobak. Di sini juga di timbuhi rumput lebat yang menjulang tinggi. Bagaimana nasib kami,” ujarnya.

Menurutnya, Pasar Inpres ini menjadi pusat perbelanjaan oleh-oleh ciri khas Kalimantan, seperti pernak pernik,  pakaian adat Kalimantan, dan bermacam asesoris. Namun sekarang seolah tidak dikelola pihak terkait.

“Ini kita sudah dibikinkan penampungan, yah itu saja yang bisa kita nikmati,” lirih Mamat. Para pedagang berharap, pemerintah Balikpapan segera membangun kembali pasar tersebut agar nyaman dan kembali menjadi tempat perbelanjaan.

Jika pun kelak direnovasi, Mamat juga berharap harga sewa bisa terjangkau dan tidak membebani para pedagang. “Para pedagang tidak ingin developer yang membangun, tapi pihak pemerintah melalui APBD. Kita cuma bisa berharap dari APBD saja, agar murah dan terjangkau. Tidak mau developer yang membangun, soalnya kita takut nanti dikasih harga mahal,” tutur Mamat.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button