AdvDPRD Balikpapan

Parlemen Parepare Timba Ilmu ke Balikpapan

Ia berharap, apa yang diterapkan di Balikpapan bisa diaplikasikan di Parepare.

Reporter: Firdaus I Editor: Faisal

TIMUR MEDIA – Rombongan Parlemen Kota Parepare, Sulawesi Selatan, melakukan kunjungan kerja ke Kota Minyak. Mereka menimba ilmu, khususnya ihwal penerapan tiga konsep pengelolaan kota.

Terutama, terkait konsep smart city, kesehatan kota dan pengelolaan anggaran. Kedatangan rombongan diterima Wakil Ketua Parlemen Balikpapan, Sabaruddin Panrecalle, di ruang Komisi IV Gedung DPRD, Senin 2 November 2020.

Ketua DPRD Parepare, Andi Nur Hatina, menjelaskan kunjungannya ke Balikpapan sebagai kunjungan gabungan dari Komisi I, Komisi II dan Komisi III. Mereka ingin melihat langsung bagaimana pengelolaan tiga konsep pengelolaan kota di Balikpapan.

“Kami melihat dulu potensi apa yang dimiliki Balikpapan, nantinya ini menjadi pembanding dengan di Parepare,” kata Nur Hatina.

Ia memaparkan di kota Parepare saat ini tengah melakukan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2021. Karena itu, sambungnya, pihaknya menimba ilmu ke Balikpapan untuk melakukan studi banding sebagai acuan untuk menerapkan Permendagri Nomor 64 Tahun 2020 tentang Penyusunan APBD 2021.

Dalam penyusunan APBD 2021, lanjut Nur Hatina, masih fokus pada penanganan kesehatan di tengah pandemi. “Sekaligus terkait jaring pengaman sosial,” ujarnya.

Segendang sepenarian. Ketua Komisi II DPRD Parepare, Kamaluddin Kadir, menjelaskan kunjungan kerjanya kali ini khusus melakukan sharing informasi ihwal penyusunan APBD 2021 sesuai Permendagri Nomor 64.

“Dalam Permendagri itu memfokuskan tiga hal, yaitu Kesehatan, jaringan pengaman sosial dan pemulihan ekonomi. Kami melihat secara spesifik di Balikpapan fokus di bidang kesehatan, namun untuk penanganan anggarannya akan kita coba terapkan di Parepare,” tutur Kamaluddin.

Dari hasil sharing itu, ia memiliki hipotesa jika perbedaan antara Balikpapan dan Parepare hanya dari segi anggaran. “Sedangkan untuk pelaksanaannya kurang lebih saja dengan Parepare,” katanya.

Ia menilia Pendapatan Asli Daerah di Balikpapan cukup besar yang mencapai Rp 600 miliar, sedangkan APBD nya sebesar Rp 2,2 triliun. “Sedangkan di Parepare APBD nya saja hanya sebesar Rp 900 miliar lebih, sedangkan PAD nya hanya 164 miliar lebih,” ujarnya.

Mencermati besarnya perbedaan anggaran itu, ia menilai hal tersebut cukup menarik. Terlebih, apa yang dilakukan Balikpapan dalam pengelolaan anggaran, fokusnya pada kesehatan. “Karena itu DPRD Parepare akan berusaha mencoba memfokuskan anggaran kesehatan, meski anggaran yang dimiliki sangat kecil dibanding Balikpapan.” Ia berharap, apa yang diterapkan di Balikpapan bisa pula diaplikasikan di Parepare.

Kendati demikian, ia mengakui memang tidak semua yang ada di Balikpapan bisa diduplikasi di Parepare. “Sebab keterbatasan anggaran yang dimiliki Parepare,” katanya. *Adv

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button