Balikpapan

Pansus Korona Pertanyakan Anggaran Intensif Nakes

Bulan depan RDP dengan Dinas Kesehatan.

Report: Hendra I Editor: Basir

TIMUR MEDIA – Ketua Pansus Korona DPRD Balikpapan, Syukri Wahid mempertanyakan anggaran terkait insentif bagi tenaga kesehatan ata nakes penanganan Covid-19 di kota ini.

Ia mengungkapkan, intensif tersebut telah dianggarkan di refocusing anggaran. Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Balikpapan telah meminta intensif bagi tenaga kesehatan. Permintaan itu kemudian dikabulkan dewan. “Sudah dianggarkan,” jelas Syukri, Jumat 26 Juni 2020.

Hanya saja, lanjut Syukri. ketentuan terbaru dari Kementerian Keuangan ihwal insentif kesehatan akan dicover APBN. Padahal di rapat pansus refocusing anggaran terkait telah disetujui sebesar Rp 21 miliar. Dana ini dialokasikan untuk intensif tenaga kesehatan.

Untuk itu, pihaknya ingin mengetahui transparansi penggunaan anggaran terkait. “Kita ingin tau sub kontraknya seperti apa,” tuturnya. Ia menekankan, “Dan yang terpenting alokasi uang itu sudah ada,  dianggarkan Rp 21 miliar untuk insentif kesehatan.”

Namun, sampai saat ini Pansus Covid-19 belum menerima petunjuk teknis terbaru dari Kementerian Keuangan. Untuk itu, hal tersebut perlu dilakukan revisi lebih lanjut.

“Jika memang begitu harusnya Kementerian sudah stand by. Otomatis kan ada revisi, karena kemarin yang kita lihat itu indeksnya, siapa saja, ini yang belum turun,” papar Syukri.

Untuk memperjelas masalah ini, Pansus pun berencana memanggil Dinas Kesehatan Balikpapan dalam rapat dengar pendapat. Rencananya pemanggilan akan dilakukan bulan depan.

“Nanti kalau sudah turun, awal Juli kami akan RDP dengan Dinas Kesehatan terkait insentif itu. Jadi kita minta kejelasan mengapa dana itu belum digunakan,” tanya Syukri.(advertorial)

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button