Ibu Kota Baru

Panen Puluhan Ribu Ton Padi

2019

TimurMedia.com:

Ilustrasi, panen padi. (GI)

Report: Lina| Editor: Teguh

TIMUR MEDIA – Calon ibu kota baru di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kaltim, tahun ini berhasil menghasilkan produk pangan yang membanggakan.

Data Dinas Pertanian PPU per Januari-April 2019, menyebut, hasil produksi padi sawah dan padi ladang mencapai 40.274,7 ton. Puluhan ribu ton padi itu diperoleh dari hasil panen dengan luasan lahan 9.061 hektare.

Ibu kota baru ini juga mencatatkan diri sebagai lumbung padi terbesar se-Kaltim. Dimana Kabupaten Kutai Kertanegara urutan pertama dan Kabupaten PPU urutan kedua.

Plt Kepala Dinas Pertanian PPU, Sunardi mengatakan, padi menjadi komoditas unggulan di ibu kota baru.

“Tak hanya padi, kita juga menghasilkan sejumlah komoditas pertanian lain. Semisal  jagung, yang berhasil menghasilkan 262 ton dengan luasan panen 82,9 hektare,” jelasnya, Selasa, 11/Nov/2019.

Kemudian ubi kayu dengan luasan panen 21,8 hektare dapat menghasilkan 357,5 ton. Selanjutnya, ubi jalar menghasilkan 654,8 ton dengan luasan lahan panen 55 hektare.

Selain produk pertanian di atas, tanaman lain juga masih terus dikembangkan. “Dengan luasan lahan sawah 9817,25 hektare, ada beberapa komponen komoditas pertanian yang bisa kita maksimalkan,” jelasnya.

Ia berujar, dari empat kecamatan di Kabupaten PPU, Kecamatan Babulu memiliki sawah terluas. Rinciannya, per Oktober 2019 daerah ini memiliki 7037,75 hektare.

Untuk Kecamatan Penajam memiliki luasan 1198,5 hektare. Sedangkan Kecamatan Waru 756 hektare dan Kecamatan Sepaku 825 hektare.

Kendati demikian, Sunardi mengakui, pihaknya belum dapat memaksimalkan seluruh potensi lahan yang ada.

Alasannya, nyaris seluruh petani masih memaksimalkan tadah hujan. Karena itu, sambung Sunardi, โ€œUntuk daerah Babulu kita berharap bendungan Talake dapat terwujud.”

Rencana pembangunan bendungan Talake, sambungnya, yang digagas sejak pemerintahan sebelumnya saat ini telah masuk perencanaan di tingkat provinsi.

“Ini menjadi harapan baru bagi petani agar dapat memaksimalkan sawah di daerah Kecamatan Babulu.”

Menurut Sunardi, saat ini pihaknya masih terus berupaya memaksimalkan Indeks Pertanaman (IP).

“Dari luasan lahanyang kita miliki saat ini, kita mengejar IP dengan melakukan tiga kali dalam setahun,โ€ ujarnya.

Sunardi menjelaskan, bahwa IP tersebut dapat dikejar dengan melakukan sistem tiga  kali penanaman.

IP itu dikejar dengan penanaman pertama padi, kedua padi dan ketiga padi. Dengan catatan, jika kondisi cuaca sedang baik. “Bisa juga tahap pertama padi kedua padi dan ketiga tanaman lainya,โ€ papar Sunardi.

Kendati demikian pihaknya mengakui bahwa kondisi pertanian sawah saat ini belum maksimal.

“Saat ini dua kali tanam padi, dan ada juga yang tiga kali  terkadang kurang maksimal karena kita masih gunakan tadah hujan,โ€ jelasnya. Tapi, ia meyakini ke depan produktivitas pangan dapat terus ditingkatkan.

๐Ÿ…ฃ๐Ÿ…˜๐Ÿ…œ๐Ÿ…ค๐Ÿ…ก ๐Ÿ…œ๐Ÿ…”๐Ÿ…“๐Ÿ…˜๐Ÿ…

Most Popular

To Top