Overfishing Mengancam Ekosistem Laut

World Wide Fund for Nature (WWF) telah mengeluarkan peringatan keras tentang konsekuensi yang mengkhawatirkan dari overfishing dan penangkapan ikan ilegal terhadap ekosistem laut dan mata pencaharian di seluruh dunia. Penangkapan ikan, meskipun merupakan sumber kehidupan penting bagi banyak orang, telah berkontribusi pada penurunan populasi satwa laut dengan tingkat yang mengkhawatirkan.

Laporan terbaru dari WWF menyoroti bahwa penangkapan ikan, jika dilakukan secara berkelanjutan, dapat bermanfaat bagi lingkungan laut. Namun, masalah timbul ketika kapal penangkap ikan melebihi kapasitas stok ikan untuk pulih, menyebabkan overfishing. Masalah ini semakin parah dalam 50 tahun terakhir, dengan jumlah stok ikan yang mengalami overfishing secara global melonjak tiga kali lipat selama periode ini. Saat ini, sepertiga dari perikanan dunia yang dievaluasi mengalami penangkapan ikan melebihi batas biologisnya, sebuah penemuan yang dikonfirmasi oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Overfishing tidak hanya mengganggu keseimbangan delikat dari ekosistem laut, tetapi juga memicu efek domino dari konsekuensi negatifnya. Dampak kerusakan yang disebabkan oleh overfishing meluas hingga ke bycatch—fenomena; di mana spesies laut yang tidak dimaksudkan ditangkap saat menangkap spesies target lain. Praktik yang boros ini mengakibatkan hilangnya miliaran ikan, bersamaan dengan kematian yang tidak perlu dari ratusan ribu penyu dan mamalia laut.

Dampak overfishing merambat melampaui samudra. Miliaran orang di seluruh dunia bergantung pada ikan sebagai sumber protein penting, dan jutaan orang bergantung pada penangkapan ikan sebagai sumber mata pencaharian utama. Sebagai respons, WWF bekerja bersama berbagai pihak berkepentingan untuk menerapkan reformasi global dalam pengelolaan perikanan, dengan menempatkan fokus kuat pada praktik berkelanjutan yang melindungi tidak hanya ekosistem laut tetapi juga menjaga mata pencaharian dan memastikan ketahanan pangan.

Salah satu masalah yang semakin memperburuk overfishing adalah masalah yang meluas dari penangkapan ikan ilegal. Perkiraan mengindikasikan bahwa hingga 30% dari hasil tangkapan, khususnya spesies bernilai tinggi, merupakan hasil dari praktik penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur. Kegiatan ilegal ini menghasilkan keuntungan mencengangkan sebesar $36,4 miliar dari para pelaku kriminal laut setiap tahunnya. Kurangnya sistem yang kuat untuk melacak ikan dari tangkapan hingga konsumen, dikombinasikan dengan kontrol impor yang tidak memadai, memungkinkan jaringan gelap yang memfasilitasi hasil tangkapan ilegal ini.

Selain itu, subsidi bagi industri perikanan memainkan peran penting dalam mempertahankan overfishing. Dukungan keuangan yang diberikan kepada operasi penangkapan ikan dapat mengakibatkan over produksi, memungkinkan praktik-praktik yang tidak berkelanjutan tetap berlanjut. Saat ini, diperkirakan armada penangkapan ikan global dua setengah kali lebih besar dari yang diperlukan, yang berkontribusi pada tekanan terhadap sumber daya laut.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button