Balikpapan

Ojek Online Sepi Orderan

Report: Zen| Editor: Nina

TIMUR MEDIA – Imbauan pemerintah untuk melakukan kerja dari rumah, membuat Balikpapan sedikit lebih lenggang dibanding biasanya. Suasana ini amat jarang terjadi sebelumnya.

Imbauan work form home diterapkan sebagai upaya meminimalisir dampak penyebaran virus korona. Namun, hal ini memiliki dampak bagi pekerja harian. Salah satunya ojek online.

“Sepi orderan, Mas. Apalagi go-ride, tidak ada yang berani keluar karena imbauan pemerintah,” ujar Hardi, driver online yang ditemui di kawasan Sudirman Balikpapan, Rabu 25 Maret 2020.

Selain imbauan bekerja dari rumah, pemerintah juga meminta masyarakat yang keluar rumah agar menerapkan physical distancing atau menjaga jarak minimal 1,8 meter dengan lawan bicara.

Hal ini, dinilai Hardi, turut mempengaruhi minimnya minat warga yang menggunakan jasa angkutnya. Ia sendiri hanya memperoleh order layanan antar makanan atau go food.

Namun, Hardi tidak memerinci berapa penurunan pendapatan hariannya akibat sepinya orderan.

Ia hanya membeber pendapatan berkurang dibanding sebelum diterapkannya imbauan work form home dan physical distancing.

“Orderan sekadar go-food aja. Untuk pendapatan, ya pasti jadi lebih sedikit dibanding biasanya. Karena sepinya orderan itu,” ujar hardi.

Imbauan penerapan bekerja dari rumah dan menjaga jarak saat di luar, dipertegas pula dengan ancaman pidana bagi warga yang berkerumun.

admintimurmedia | Timur Media | Referensi Baru Ancaman pidana bagi warga yang berkerumun. (dok)

Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis, mengingatkan masyarakat untuk tetap di rumah. Bagi siapapun yang berkerumun akan dibubarkan.

Bahkan, bisa terjerat pelanggaran Pasal 14 ayat 1 UU No. 4 tahun 1984. Barangsiapa menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah, diancam pidana satu tahun.

Aturan ini juga dipertegas di Pasal 3 UU No.6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Ancaman pidana pelanggaran pasal ini bisa dijerat kurungan satu tahun penjara atau denda maksimal Rp 100 juta.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button