Politik

NasDem Balikpapan Belum Bersikap

NasDem akan mengeluarkan keputusan pada 12 September 2020.

Report: Taufik Hidayat I Editor: Fai

TIMUR MEDIA – Pasangan Rahmad Mas’ud dan Thohari, melenggang maju dengan dukungan sembilan partai. Setelah memastikan dukungan 40 kursi dari 45 kursi di DPRD Balikpapan, pasangan RT ini dipastikan menjadi calon tunggal melawan kotak kosong. Sampai Senin 7 September 2020, hanya tersisa lima kursi yakni NasDem tiga kursi dan Hanura dua kursi.

Terkait hal ini, Partai NasDem dan Hanura belum mencantumkan berkasnya untuk mendukung pasangan Rahmad Mas’ud dan Tohari.

Legistlator Balikpapan asal NasDem, Parlindungan, mengatakan partainya belum memutuskan sikap resmi mereka perihal dukungannya di Pilkada.

“Karena hanya satu pasangan yang mendaftar sebagai calon, sesuai UU maka KPU memberi perpanjangan waktu tiga hari sejak tanggal 10-12 September,” ujarnya, Senin.

Sampai saat ini, lanjut Parlindungan, pihak NasDem belum mengeluarkan intruksi terkait langkah apa yang akan dilakukan ke depan. Apakah ikut mendukung pasangan Rahmad – Thohari, atau memilih kotak kosong. “Keputusan NasDem akan dikeluarkan setelah tanggal 12 September,” jelas Parlindungan.

Pilkada Balikpapan kali ini mencetak sejarah baru dengan munculnya calon tunggal. Dengan fenomena ini, menurut Parlindungan, bukan hanya kegagalan kaderisasi saja tetapi ada fenomena-fenomena lain yang yang dapat melahirkan calon tunggal.

“Politik itu dinamis,” kata Parlindungan. Ia mengaku sejumlah legislator terbentur UU yang mengharuskan mengundurkan diri bila maju di  Pilkada. Hal ini menjadi pertimbangan yang dinilai sulit lantaran melepas sesuatu yang pasti untuk mengejar hal yang belum pasti. Jika saja anggota dewan yang maju di Pilkada hanya diminta cuti, ia menilai tidak akan lahir calon tunggal.

Saat ditanya potensi kemenangan Rahmad-Thohari yang didukung mayoritas partai, dan mandulnya pengawasan legislator, Parlindungan menampiknya. Bagi NasDem, fungsi DPRD harus berjalan siapapun penguasanya, seberapa besar pun partai pendukungnya.

“Apabila nanti yang terpilih Rahmad – Thohari, kami akan melakukan pengawasan dan tidak melihat dari siapa dan dari mana asalnya,” ujar Parlindungan. Ia memastikan DPRD tetap menjalankan sebagaimana fungsinya. Parlindungan berharap siapapun pemimpinnya bisa bersinergi antara legislatif dan eksekutif.  DPRD akan tetap menjalankan sebagaimana fungsinya untuk mengawasi kebijakan-kebijakan walikota.

Sebelumnya, NasDem berencana mengusung salah satu kadernya, Ahmad Basir. Namun di detik-detik akhir pendaftaran di KPU, beberapa partai lain justru berbalik mengusung Rahmad – Thohari. Dengan sisa lima kursi, pasangan Rahmad – Thohari dipastikan melawan kotak kosong. Sebab, dibutuhkan sembilan kursi untuk mendapatkan tiket mendaftar ke KPU.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button