Nasional

MUI Soroti Persatuan Dukun Nusantara

Perdunu akan menggelar festival santet.

Report: Maya I Editor: Fai

TIMUR MEDIA – Majelis Ulama Indonesia Pusat menyoroti terkait munculnya Persatuan Dukun Nusantara di Banyuwangi, Jawa Timur. MUI mengingatkan fatwa haram mengenai perdukunan.

Sekjen MUI, Amirsyah Tambunan menjelaskan MUI telah mengeluarkan fatwa larangan perdukunan dan peramalan Nomor: 2/MUNAS VII/MUI/6/2005. “Kalau dari MUI, sudah ada fatwanya kan terkiat perdukunan dan peramalan,” ujar Amirsyah.

Ia menekankan intinya perdukunan itu dilarang. “Karena menimbulkan banyak mudharat, di antaranya merusak keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT,” jelasnya.

Menurut Amirsyah hal itu bisa merusak karena akan berangan, akan berkhayal. Keimanan yang benar itu adalah keimanan yang sesungguhnya dibenarkan dalam Alquran dan Sunnah dan diiringi ikhtiar yang sungguh-sungguh.

“Karena itu kata Rasulullah, iman itu bukan khayalan tapi diyakini dalam hati, dibenarkan dengan amal perbuatan,” ujarnya. Amirsyah meminta pemerintah daerah setempat untuk melakukan identifikasi dan klarifikasi terkait munculnya Persatuan Dukun Nusantara. Apabila terbukti melanggar prinsip keagamaan, Amirsyah meminta kegiatan Persatuan Dukun Nusantara itu dihentikan.

Sebelumnya, sejumlah orang yang mengaku sebagai dukun mendeklarasikan diri dalam perkumpulan. Mereka menamakan perkumpulan itu dengan Perdunu alias Persatuan Dukun Nusantara.

Deklarasi itu dilakukan di Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, pada Rabu 3 Februari 2021. Tujuan didirikannya Perdunu agar masyarakat tak terjerumus dengan aksi dukun abal-abal dan menjerumus kepada penipuan. Program kerja Perduni berencana menggelar Festival Santet dan mengenalkan destinasi mistis di Banyuwangi.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button