Politik

Monoarfa Diberhentikan dari Ketum PPP

Report: Ryan I Editor: Basir

TIMUR MEDIA – Suharso Monoarfa dikabarkan resmi diberhentikan dari jabatannya sebagai Ketum DPP Partai Persatuan Pembangunan.

Ketua Majelis Pertimbangan PPP, Muhammad Mardiono resmi ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Ketua Umum Partai berlambang Ka’bah itu.

“Saya menerima amanah yang diputuskan dalam rapat pengurus harian untuk mengisi jabatan Plt Ketua Umum PPP. Atas dukungan dan doa para kiai yang ada di majelis ini, Bismillah saya akan bekerja keras agar PPP bisa bangkit di Pemilu 2024,” ujar Mardiono dalam keterangannya, Senin 5 September 2022.

Mardiono dipilih melalui Musyawarah Kerja Nasional, yang bertajuk: Konsolidasi dan Sukses Pemilu 2024. Mukernas itu dihadiri ketua dan sekretaris dari 27 DPW PPP se-Indonesia.

Suharso diberhentikan sebagai Ketum PPP masa bakti 2020-2025 lewat rapat Mahkamah Partai yang digelar pada 2-3 September.

“Mahkamah Partai melakukan rapat dan mengeluarkan Pendapat Mahkamah Partai, bahwa menyepakati usulan 3 Pimpinan Majelis untuk memberhentikan Saudara Suharso Monoarfa dari jabatan Ketua Umum DPP PPP masa bakti 2020-2025,” ujar Wakil Sekretaris Majelis Pertimbangan DPP PPP Usman Tokan melalui siaran persnya, Senin (5/9).

Usman menjelaskan, Mahkamah Partai menerima usulan tiga majelis PPP untuk memberhentikan Suharso yang dinilai telah menimbulkan kegaduhan di internal partai. Tiga majelis itu, Majelis Syariah, Majelis Kehormatan dan Majelis Pertimbangan.

Ketiga Pimpinan Majelis PPP mengeluarkan surat fatwa ketiga pada 30 Agustus 2022 dengan kewenangannya yang meminta agar Suharso diberhentikan dari jabatan Ketua Umum PPP.

“Pimpinan tiga Majelis DPP PPP telah melakukan musyawarah. Para Pimpinan Majelis berkesimpulan bahwa terjadi sorotan dan kegaduhan PPP secara meluas yang tertuju kepada Saudara Suharso Monoarfa pribadi,” ujarnya.

Ia mengatakan tiga Pimpinan Majelis DPP PPP telah meminta pengurus harian DPP PPP agar segera menggelar rapat untuk memilih dan menetapkan Pelaksana Tugas Ketua Umum untuk mengisi jabatan Suharso.

“Mengimbau kepada seluruh jajaran pengurus dan pejuang Partai Persatuan Pembangunan untuk terus melakukan kerja-kerja organisasi dan kerja elektoral,” ujarnya.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button