Balikpapan

Meski Tak Efektif, Balikpapan Teruskan Pembatasan

Report: Taufik Hidayat I Editor: Isnan

TIMUR MEDIA – Meski pembatasan kegiatan masyarakat dinilai tidak efektif, tapi Pemerintah Balikpapan tetap melanjutkan kebijakan ini.

Pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM yang sering dikeluhkan banyak pihak dinilai hanya merusak putaran ekonomi masyarakat. Bahkan, Jokowi sendiri menilai PKPM tidak efektif. Hal itu disampaikan saat rapat terbatas bersama menteri, yang diunggah melalui akun Youtube Sekretariat Presiden, Minggu 31 Januari 2021.

“Saya sampaikan mengenai PPKM, 15-25 Januari. Saya sampaikan apa adanya, tidak efektif,” aku Jokowi.

Kendati demikian, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi tetap melanjutkan kebijakan ini. Menurutnya PPKM jilid II tetap berjalan seperti yang tertuang dalam surat edaran. Bahkan, pelaksanannya akan dijalankan lebih tegas.

“Tidak boleh berhenti karena menyangkut kita semua. Sehingga PPKM tahap kedua harus dilaksanakan lebih efektif. Seperti itu kesimpulannya,” dalih Rizal Effendi, Senin 1 Februari 2021.

Bahkan, Rizal berpendapat penerapan PPKM di perusahaan dan pemukiman warga harus lebih ketat.

“Sudah kita lakukan PPKM kedua walau ada kelonggaran, akan kita perkuat di perusahaan, perkantoran dan di lingkungan. Itu juga yang diminta Mendagri dan sebagainya, semuanya sepakat,” dalih Rizal.

Dalam penerapan PPKM jilid II, Pemerintah Balikpapan memberi kelonggaran bagi tempat hiburan, seperti karaoke, pub, bar, panti kebugaran. Mereka diizinkan buka dengan keterbatasan waktu.

Termasuk kelonggaran bagi wahana bermain anak dan fasilitas publik dan obyek wisata. Hanya saja, hari libur harus tetap tutup. Sedangkan di perusahaan wajib menerapkan work from home 75 persen pegawai.

Untuk di pemukiman Rizal meminta lebih diperketat khususnya bagi pendatang. Tidak boleh ada aktivitas warga di atas pukul 22.00 Wita.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button