Mozaik

Mengenal Terapi Bumi Nuswantara

Report: Maya I Redaktur: Isnan

TIMUR MEDIA – Sejumlah terapis Ciayumajakuning, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat menghelat bakti sosial untuk masyarakat umum.

Terapis yang tergabung dalam Paguyuban Terapi Puser Bumi Nuswantara mengadakan pengobatan gratis di Desa Warung Kawung, Blok Benda, Cirebon, Rabu 9 Maret 2022.

Salah satu terapis, Liem Che Cung mengatakan, dalam baksos itu turut mengundang terapis Sinshe Tedi Permana, Sifu Ahmad, Acun, Aay, Ican, Mbah Doel, Kang imam, dan Alif Yasin. Pengobatan ala Puser Bumi Nuswantara membumikan pengobatan tradisional yang mulai ditinggalkan masyarakat.

“Alhamdulillah sambutan masyarakat luar biasa. Mereka meminta kami bisa rutin melakukan baksos setiap bulan,” ujar Liem Che Cung, mualaf yang karib disapa Alif, Rabu.

Menurutnya pasien yang hadir berasal daru warga sekitar dan warga dari beberapa desa sekitar. Kebanyakan mereka adalah para ibu pengajian. “Acara seperti ini sudah kedua kalinya digelar di daerah sini,” ujarnya. Ia berharap permintaan warga untuk menghelat agenda serupa secara rutin bisa dilakukan di masa mendatang.

“Ini acara dari Terapis Ciayumajakuning, panitianya DKM Musolah Blok Benda dan Paguyuban Terapi Puser Bumi Nuswantara,” ujar Alif. Menurutnya pengobatan terapis tradisional Puser Bumi Nuswantara tradisional di antaranya berupa refleksi, totok saraf, terapi tulang belakang, bekam, fastu atau totok darah, rehabilitasi stroke dan herbal alami.

Terapis Puser Bumi Nuswantara melayani masyarakat Cirebon. (dok) admintimurmedia | Timur Media | Referensi Baru

Paguyuban Puser Bumi Nuswantara, berdiri September 2019. Paguyuban ini telah melayani pengobatan kepada masyarakat dari pelbagai daerah. Antara lain pasien dari Indramayu, Tegal, Brebes, Jakarta dan daerah lainnya.

Alif menyampaikan ada yang menarik dari kawasan Warung Kawung, Tuk Bual Blok Benda. Konon, tutur Alif, di daerah ini terdapat sebuah tuk atau tempat pemandian, sejenis balong sebagai peninggalan Nyimas Kawung Anten. Ia adalah istri kedua dari Sykeh Syarif Hidayatullah atau Gusti Sinuhun Sunan Gunung Jati.

“Situs Tuk Bual Nyimas Kawung Anten belum banyak yang tahu, kecuali warga asli situ dan sekitarnya. Padahal kawasan ini menyimpan sejarah penting di masa penjahan.”

Dihimpun dari pelbagai sumber, letak geografis Waru Kawung di masa penjajahan dianggap daerah konsolidasi para pejuang Indonesia. Bahkan para pejuang Pasukan Bede pernah mendirikan markas di Blok Benda. Sehingga Belanda acap mengadakan aksi pengepungan, tapi pihak kolonial tidak pernah berhasil menemukan pejuang karena kekompakan rakyat dengan para pejuang.

Waru Kawung juga dikenal kaya sumber air. Yang terbesar adalah Tuk Bual.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button