Kesehatan

Mengenal Sistem Imun

Diasuh oleh: dr. Leli Hesti, MKK, akademisi & praktisi kedokteran.

Pasien Covid19 yang telah berpulang kebanyakan adalah mereka yang juga memiliki risiko tinggi seperti pasien yang berusia lanjut, mereka yang memiliki penyakit penyerta seperti Diabetes Mellitus, Hipertensi, Kanker  dan penyakit kronis lainnya.

Terdapat satu kesamaan pada kasus-kasus di atas, yakni pasien-pasien tersebut “kalah” melawan virus Corona diakibatkan  sistem kekebalan tubuhnya/sistem imunnya tidak cukup kuat untuk melawan corona virus ini karena berbagai alasan.

Misalnya seiring bertambahnya usia, kemampuan respons imun kita menjadi berkurang, yang pada gilirannya berkontribusi pada terpaparnya lebih banyak penyakit terutama penyakit infeksi yang menular dan meninggal karena penyakit2 tersebut.

Jadi Sebenarnya, Apa itu Sistem Imun?

Sejak kita dilahirkan, sistem kekebalan tubuh atau sistem imun berfungsi layaknya tentara.. bekerja keras, melindungi kita dari infeksi dan bahan asing apapun yang berpotensi merusak tubuh kita.

Sistem kerja nya adalah secara konstan mengevaluasi dan mendiagnosis, menentukan sel mana yang termasuk dalam tubuh dan mana yang merupakan pengganggu.

Tentu saja berbagai kuman/mikroorganisme seperti virus, bakteri, dan parasit masuk dalam ‘daftar’ musuh para tentara tersebut, termasuk Corona virus 2 yang merupakan agen penyebab terjadinya wabah Covid19.

Selama sistem imun bekerja dan  berjalan  dengan lancar, kita  tidak menyadari bahwa ada sistem ini di dalam tubuh. Tetapi, begitu mulai ada masalah, dan berhenti bekerja dengan benar – karena lemah atau tidak dapat melawan kuman yang sangat agresif — maka tubuh kita menjadi sakit.

Kekebalan yang tinggi terhadap penyakit tidak berasal dari obat, pil, sabun antibakteri, atau lingkungan bebas kuman. Semuanya bermuara pada sistem pertahanan tubuh kita sendiri dan seberapa baik /buruk fungsinya.

Tugas  Sistem Imun

Tanpa sistem kekebalan tubuh, kita tidak akan memiliki cara untuk melawan hal-hal berbahaya yang masuk ke tubuh kita dari luar atau perubahan berbahaya yang terjadi di dalam tubuh kita. Tugas utama sistem kekebalan tubuh adalah:

Untuk melawan kuman penyebab penyakit (patogen) seperti bakteri, virus, parasit atau jamur, dan untuk menghilangkannya dari tubuh, untuk mengenali dan menetralkan zat berbahaya dari lingkungan, dan untuk melawan perubahan yang menyebabkan penyakit dalam tubuh, seperti sel kanker.

Bagaimana sistem kekebalan diaktifkan?

Sistem kekebalan tubuh dapat diaktifkan oleh banyak hal berbeda yang tidak dikenali oleh tubuh. Ini disebut antigen. Contoh antigen termasuk protein pada permukaan bakteri, jamur dan virus.

Ketika antigen ini menempel pada reseptor khusus pada sel imun, maka serangkaian proses dipicu dalam tubuh. Setelah tubuh bersentuhan dengan kuman penyebab penyakit untuk pertama kalinya, ia biasanya menyimpan informasi tentang kuman dan cara melawannya.

Kemudian, jika bersentuhan dengan kuman lagi, ia langsung mengenali kuman dan mulai melawannya dengan lebih cepat. Ada peran sel memori disini yang dijalankan tugasnya oleh sel T.

Terkadang sistem kekebalan tubuh secara keliru berpikir bahwa sel-sel tubuh sendiri adalah sel asing. Kemudian menyerang sel-sel sehat dan tidak berbahaya dalam tubuh.

Ini dikenal sebagai respons autoimun dan ada beberapa penyakit yang disebabkan oleh kondisi ini. Yang paling dikenal adalah penyakit Lupus atau Sistemik Lupus Erytematosus (SLE)

Ada berapa macam sistem /respon imun?

Ada dua subsistem dalam sistem kekebalan, yang dikenal sebagai sistem kekebalan bawaan (non-spesifik) dan sistem kekebalan adaptif (spesifik). Kedua subsistem ini saling terkait erat dan bekerja bersama setiap kali kuman atau zat berbahaya memicu respons imun.

Sistem imun bawaan memberikan pertahanan umum terhadap kuman dan zat berbahaya, sehingga ia juga disebut sistem kekebalan non-spesifik. Sebagian besar  “berperang”  menggunakan sel-sel kekebalan tubuh seperti sel pembunuh alami dan fagosit (sel makan).

Pekerjaan utama dari sistem kekebalan tubuh bawaan adalah untuk melawan zat berbahaya dan kuman yang masuk ke dalam tubuh, misalnya melalui kulit atau sistem pencernaan. Jadi sifatnya benar2 lebih umum.

Sedangkan Sistem kekebalan adaptif (spesifik) membuat antibodi dan menggunakannya untuk secara spesifik melawan kuman tertentu yang sebelumnya telah bersentuhan dengan tubuh. Ini juga dikenal sebagai “didapat” (dipelajari) atau respons imun spesifik.

Terbuat dari apa Sistem Imun?

Sistem kekebalan tubuh terdiri dari jaringan sel, jaringan, dan organ yang bekerja bersama seperti pasukan terlatih. Komponen utamanya meliputi kelenjar getah bening, limpa, sumsum tulang, leukosit, limfasit dan masih banyak lagi.

Kelenjar getah bening (lymphonodi) adalah bagian sistem imun yang paling dikenal. Struktur kecil ini merupakan salah satu organ tubuh yang menghasilkan dan menyimpan sel yang melawan infeksi dan penyakit.

Mereka juga mempunyai cairan bening yang dibawa oleh pembuluh limfatik  yang membawa sel-sel yang bertarung ini ke berbagai bagian tubuh. Kelenjar getah bening bisa membesar saat tubuh melawan infeksi.

Selain lymphonodi ada juga berbagai organ yang  menghasilkan sel imun seperti :

Sumsung tulang:  Jaringan lunak yang ditemukan di rongga tulang belakang

Patchs Peyer:  Jaringan limfoid di usus kecil.

Limpa/Spleen:  Organ yang  terletak di rongga perut.

Amandel. Dua massa oval  yang terletak di belakang tenggorokan.

Adenoid. Dua kelenjar yang terletak di belakang saluran hidung.

Kelenjar Timus : Dua lobus yang bergabung di depan trakea di belakang tulang dada. Kelenjar ini tidak terlalu besar ukurannya dan hanya tumbuh sampai akhir masa pubertas, kemudian akan menyusut pada orang dewasa.

Selain organ diatas, sel apakah yang berperan?

Sel Darah Putih atau White Blood Cell (WBC) dikenal juga dengan nama leukosit. Merupakan  sel yang paling banyak berperan dalam sistem kekebalan tubuh kita. Leukosit terdiri dari berbagai komponen , masing-masing dengan fitur unik yang bekerja bersama untuk melindungi kita dari infeksi.

Secara garis besar leukosit dikelompokkan menjadi dua, yaitu granulosit dan agranulosit. Pengelompokan ini didasarkan pada ada tidaknya butiran pada sitoplasma di dalam selnya:

Granulosit: Granulosit berkembang dari sumsum tulang merah dan memiliki butiran sitoplasma dengan fungsi yang berbeda. Granulosit terdiri atas tiga macam sel, yaitu basofil, neutrofil, dan eosinofil.

Agranulosit: Agranulosit berkembang dari jaringan limfoid dan tidak memiliki butiran sitoplasma. Agranulosit terdiri atas limfosit dan monosit.

Yang paling penting adalah Limfosit yang terdiri dari sel T dan sel  B.

Limfosit dapat melepaskan bahan kimia yang disebut sitokin, yang merupakan molekul pemberi sinyal. Ada beberapa jenis sitokin yang terlibat dalam respon imun, termasuk Interferon, Limfokin Interleukin.

Sitokin yang dimediasi kekebalan ini dapat mempengaruhi limfosit, serta sel-sel terdekat lainnya yang bukan bagian dari sistem kekebalan tubuh. Dengan melakukan hal itu, mereka merangsang respons peradangan, serta memperbaiki jaringan yang mungkin telah dirugikan oleh mikroorganisme infeksius.

Lalu apa itu Antibodi?

Sebelum mengetahui antibodi, ada baiknya kita mengetahui dulu tentang Limfosit yang sudah disinggung diatas. Limfosit adalah bagian dari leukosit, yang merupakan bagian dari sistem  imun spesifik .

Mereka membutuhkan waktu lebih lama daripada leukosit lain untuk meningkatkan respons terhadap infeksi, dan mereka membangun kekebalan jangka panjang Dua jenis limfosit adalah sel-T dan sel-B, dan mereka masing-masing memiliki pekerjaan yang berbeda dan masuk ke dalam sistem imun spesifik.

Sistem imun spesifik terdiri atas sistem humoral dan sistem selular. Pada imunitas humoral, sel B melepas antibodi untuk menyingkirkan mikroba ekstraselular.

Pada imunitas selular, sel T mengaktifkan makrofag sebagai efektor untuk menghancurkan mikroba atau mengaktifkan sel CTC/Tc sebagai efektor yang menghancurkan sel terinfeksi atau sel tumor.

Pada Sel-B inilah  sebagian besar bertanggung jawab untuk menciptakan protein spesifik yang disebut antibodi. Antibodi mengikat antigen pada permukaan penyerbu asing dan menandainya untuk dihancurkan oleh sistem kekebalan tubuh. .

Molekul antigen pada sel yang terinfeksi dan sel T yang merespons mengikat bersama untuk membentuk molekul co-stimulator, yang memediasi respons imun. Antibodi kemudian akan  berikatan dengan antigen, membentuk kompleks imun yang dihancurkan oleh leukosit tubuh dan bahan kimia yang terkait..

Antibodi dikenal juga dengan Imunoglobulin (Ig)  dan terdiri dari bermacam kelas seperti IgM, IgA, IgE dan IgG.  Imunoglobulin inilah yang sering di periksa oleh dokter di laboratorium untuk memberi informasi penting sistem imun kita, terutama yang berkaitan dengan penyakit infeksi atau penyakit auotimun.

Masih banyak komponen dan istilah lain dalam mekanisme sistem imun ini. Misalnya makrofag, fagosit, sel  PMN, sel natural killer (NK),sel Mast ,  hapten ,  dan masih banyak lagi. Ilmu mengenai hal ini yakni imunologi adalah ilmu yang cukup sulit dan banyak hal yang harus dipelajari disini..

Sistem imun dibentuk untuk mengenal antigen, menghancurkannya dan menyikirkan sumbernya. Namun intinya masing-masing komponen ini bekerja bersama untuk menjaga tubuh kita tetap sehat dan bebas dari infeksi dan virus dan benda asing apapun yang berpotensi menggangu kesehatan tubuh.

Jadi, semoga sekarang sudah paham ya bagaimana rumitnya mekanisme “prajurit” dalam tubuh kita.. Baik sistem ini maupun virus corona sama-sama tidak terlihat secara kasat mata.

Tapi saat pandemi ini, merekalah yang sekarang berada di garis terdepan dalam tubuh kita dan ini seharusnya sudah sangat membuktikan bagaimana Besar dan Perkasanya Sang Khalik , Sang Pencipta kita.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button