NEWS

Masyarakat Tak Percaya Vaksin Cina

Reporter: Hendra I Editor: Fai

TIMUR MEDIA – Informasi datangnya vaksin Cina ke Indonesia menjadi perbincangan hangat masyarakat. Perusahaan Sinovac Cina tengah melakukan ujicoba di Indonesia. Namun belum diedarkan, masyarakat telah lebih dulu kehilangan kepercayaan terhadap produk Farmasi asal negeri Tirai Bambu ini.

Warga Balikpapan Selatan, Novi, mengaku terkejut dengan informasi vaksin korona asal Tiongkok. Ia mengetahui kabar itu dari pemberitaan media online dan sosial media. “Saya kira hoax aja itu. Taunya pas baca di media, beneran ada vaksin dari Cina. Tentu saja saya gak percaya vaksin itu. Ngeri,” ujarnya, Senin 20 Juli 2020.

Kekhawatiran Novi berangkat dari kasus ketidakakuratan rapid test yang juga dari Cina. Menurutnya banyak kejadian hasil negatif tapi disebut positif. Bahkan, pepaya dan kambing juga dianggap positif korona. “Waktu itu kan sempat ramai beritanya, Presiden Tanzania marah-marah karena rapid test tidak akurat. Hewan dan buah-buahan bisa positif. Di Bali juga. Kalau rapid test saja begitu, gimana vaksin. Serem,” katanya.

Segendang sepenarian. Budi warga Balikpapan Barat, juga tidak percaya terhadap keampuhan vaksin Cina. Tapi, alasannya bukan karena rapid test. Ia punya alasan sendiri. Menurutnya produk-produk dari Cina banyak keluhan. “Kalau produk aja kita malas. Apalagi vaksin. Ini bukan lagi malas tapi takut Mas,” ujarnya.

Ia pun menilai tanpa vaksin, sudah banyak pasien korona yang sembuh. Apalagi, Indonesia memiliki rempah-rempah dan ramuan tradisional turun temurun. “Meski vaksinnya nanti gratis, saya gak mau. Dibayar saja saya gak mau. Mendingan minum jamu,” tegasnya.

Pasien korona di dunia yang sembuh mencapai 8,7 juta jiwa. Yang kritis pun turun hanya tersisa 1%. (worldometer)

Penilaian sama datang pula dari warga Balikpapan Utara, Budi. Menurutnya, jika pemerintah benar-benar memproduksi vaksin asal Cina hal itu dinilai sebagai tindak kekonyolan. Alasannya, tidak jauh dari bisnis. “Vaksin lain saja banyak korban KIPI. Ini vaksin asal Cina. Saya ngeri bayanginnya. Ini mah bisnis aja,” ujarnya.

Ia mengaku heran dengan keputusan mendatangkan vaksin asal Cina. Bahkan, hal ini dinilainya sebagai akal-akalan yang tidak masuk akal. “Virusnya dari Cina, rapid test dari Cina, vaksinnya dari Cina juga. Ini kayak film-film Hollywood aja, siapa yang mau percaya ha ha ha,” ujarnya terbahak.

Tak hanya pendapat warga. Bahkan, Mendagri Tito Karanivan juga tidak menjamin vaksin asal Cina ini. Mendagri Tito berpendapat, vaksin dari Cina belum tentu bisa menyembuhkan covid-19 dan mengangkat wabahnya dari Indonesia. Hal itu, ia utarakan saat Rapat Kordinasi Pilkada 2020 dan Pengarahan Gugus Tugas Covid-19 di Balhroom Hotel Novotel Balikpapan, pada Sabtu 18 Juli 2020.

“Vaksin yang dibuat dari Cina belum tentu dapat mengangkat virus ini dari Indonesia, karena kemungkinan jenis virusnya berbeda,” jelas Tito.

Sebelumnya, Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga mengonfirmasi vaksin produksi Sinovac asal Cina tengah menjalani uji klinis tahap ketiga di Indonesia.

Menurutnya, Sinovac saat ini sedang dalam proses uji klinis di PT Bio Farma. “Kami memang berharap nanti setelah lewat uji klinis yang ada ini dan dites nanti, maka bisa diproduksi juga di Indonesia,” papar Arya di Jakarta, Senin 20 Juli 2020.

Dilansir Reuters, hanya sedikit negara yang bersedia bekerja sama dengan Cina dalam hal uji klinis vaksin Covid-19. Tidak ada negara besar di Eropa dan juga Amerika Serikat yang berminat bekerja sama dengan Cina. Alasannya, Cina memiliki citra buruk dalam hal produksi vaksin merujuk pada skandal masa lalu terkait keamanan dan produksi vaksin produksi Negara Tirai Bambu itu.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button
Close
Close