Nasional

Mantan Pegawai KPK Jadi ASN Polri

Report: Ryan I Editor: Isnan

TIMUR MEDIA – Polri bakal merombak Direktorat Tindak Pidana Korupsi setelah resmi mengangkat 44 mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi menjadi aparatur sipil negara di lingkungan Polri, tepat pada Hari Antikorupsi Sedunia, Kamis 9 Desember 2021.

Pelantikan 44 mantan pegawai KPK menjadi ASN di lingkungan Polri digelar di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Kamis sore. Untuk memperkuat upaya melawan rasuah, Dittipidkor akan diubah menjadi Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi atau Kortas yang terdiri dari divisi pencegahan, kerja sama, serta penindakan.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Dedi Prasety  mengatakan, 44 mantan pegawai KPK yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan telah menerima Surat Keputusan Kapolri yang berisi nomor induk pegawai. Surat tersebut diserahkan langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.  Dengan demikian, mereka telah resmi menjadi aparatur sipil negara di Polri.

”Dalam surat keputusan itu sudah ada tentang penempatan-penempatan yang nanti akan diisi, jabatan mana yang akan diisi dari 44 orang ini,” terang Dedi.

Dari 57 mantan pegawai KPK yang menjadi tawaran menjadi ASN Polri, hanya 44 orang yang menyatakan kesediannya.  Mereka telah mengikuti uji kompetensi untuk menjadi ASN Polri pada Selasa lalu.

Ia menjelaskan setelah menerima surat keputusan, mereka akan mengikuti pendidikan selama 14 hari di Pusat Pendidikan Administrasi Polri di Bandung. Selanjutnya, pada 1 Januari 2022, mereka akan diambil sumpah untuk ditempatkan sesuai deskripsi pekerjaan dan kompetensi.

“Pusdikmin hanya tempatnya saja. Yang menyelenggarakan pendidikan, kurikulum dan tenaga pendidik berasal dari Lembaga Administrasi Negara,” paparnya.

Terkait hal ini, politisi senior Fahri Hamzah mengucapkan selamat pada mereka. Ia juga mendoakan agar mantan pegawai KPK bisa melanjutkan perjuangannya.

“Doakan kawan2 kita #AlumniKPK yang akan melanjutkan perjuangan di POLRI. Keputusan pimpinan POLRI bisa digugat secara hukum di MA, tapi niat baik akan diuji sejarah apakah kita bisa mengakhiri perjuangan kita dengan baik,” kata Fahri Hamzah, dikutip dari cuitan @Fahrihamzah pada Kamis 9 Desember 2021.

“Waktu akan bersaksi. Sekarang kita dukung dan doakan,” katanya menegaskan.

Ia menilai, bergabungnya eks pegawai KPK tersebut dengan Polri maka hal tersebut merupakan hidup baru bagi mantan lembaga antirasuah tersebut.

“Dalam pelik seperti ini kita tidak bisa sepenuhnya rasional karena waktu yang akan menjawab,” tuturnya.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button