Politik

Mantan Komisioner KPU Terima Dolar Singapura

Reporter: Ryan I Editor: Faisal

TIMUR MEDIA – Mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan mengaku menerima uang sebesar SGD 15 ribu. Ia membeberkan uang itu didapat dari anggota PDIP, Agustiani Tio Fridelina.

“Saya jujur saja Pak jaksa di forum pengadilan ini, saya menyampaikan bahwa saya menerima uang 15 ribu dollar Singapura, itu fakta, dan saya harus bertanggung jawab secara moral maupun hukum,” ungkap Wahyu, saat diperiksa sebagai terdakwa di PN Tipikor Jakarta, Senin 20 Juli 2020.

Ia mengaku menerima uang SGD 15 ribu itu pada 17 Desember 2019. Uang itu diberikan untuk dana operasional, yang diperoleh dari Agustiani Tio. Sedangkan Agustiani mendapat uang itu dari kader PDIP Saeful Bahri.

“Tapi bila pertanyaannya terkait apa, sebenarnya tidak terkait dengan permintaan PDIP, karena surat PDIP memang tidak mungkin dilaksanakan,” jelasnya. Agustiani dan Saeful Bahri adalah terdakwa dalam kasus ini. Saeful Bahri sendiri sudah menjalani hukumannya di penjara, dan divonis 1 tahun 8 bulan penjara.

Wahyu juga menjelaskan rinci bagaimana menerima uang SGD 15 ribu. Diungkapkannya, pemberian itu dilakukan di tempat makan di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan.

“Jadi Bu Tio menyerahkan amplop, karena saya pulang duluan kemudian ada Bu Tio, saya kemudian mau ke toilet. Pada waktu di toilet itu, Bu Tio menyerahkan uang. Itu tentu saja banyak orang yang lalu lalang, dan tentu tak nyaman. Sehingga saya nggak nerima seluruh yang ada di amplop,” beber Wahyu.

Ia mengklaim tidak menerima seluruh uang dalam amplop yang disodorkan Tio. Saat itu, hanya mengambil secara acak dan jumlahnya sebanyak SGD 15 ribu.

“Pak jaksa, saya tidak tahu persis pada waktu itu uang yang di amplop itu berapa, saya tidak tahu. Yang saya ambil secara acak itu juga saya tidak tahu. Saya sempat menghitung ternyata jumlahnya 15 ribu Dollar Singapura. Jadi saya nggak tahu keseluruhan isi amplop itu berapa,” katanya.

Jaksa mengkonfirmasi berita acara pemeriksaan Wahyu yang menyebut ada dana operasional terbatas untuk pencalonan Harun Masiku menggantikan Riezky Aprilia. Ia membenarkan hal itu. Dalam BAP nya, Wahyu mengaku mendapat informasi tersebut dari Dony Tri Istiqomah, pengacara PDIP.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button