Internasional

Mantan Dubes Inggris di Turki Pimpin MI6

Red : Ahmad Mulyadi

LONDON, TIMUR MEDIA — Pemerintah Britania Raya menunjuk Mantan Dubes Inggris di Turki, Richard Moore, sebagai Kepala Dinas Intelijen Rahasia (Badan Intelijen Eksternal) Britania Raya atau populer disebut MI6. Hal tersebut diumumkan secara resmi oleh Pemerintah Britania Raya pada Selasa, 28 Juli 2020, seperti dikutip oleh kanal berita internasional TRT World (30/7/2020).

Penunjukan Moore sebagai pimpinan salah satu badan intelijen luar negeri paling disegani di dunia ini sekaligus mengakhiri kepemimpinan Alex Younger yang telah menjabat sebagai Kepala MI6 selama enam tahun terakhir. Sebelum menduduki posisi ini, Moore adalah seorang Duta Besar Inggris di Ankara (2014-2107) dan Direktur Jenderal Urusan Politik di Kementerian Luar Negeri Britania Raya (2018-2020).

Sejumlah pakar geopolitik berpendapat Moore adalah sosok ideal untuk sebuah posisi strategis tersebut. Dengan latar belakang disiplin ilmu filsafat, politik dan ekonomi serta pengalaman di dunia intelijen sejak 1987, Moore disebut memiliki semua kapasitas untuk memimpin organisasi sevital MI6. Selain itu, pria yang fasih berbahasa Turki ini juga sudah terbiasa berhadapan dengan keadaan-keadaan luar biasa seperti ketika dia menjadi agen intelijen Britania Raya di era Perang Dingin.

Kemudian, Moore pun disebut akan menjalankan program-program yang sejalan dengan kepentingan politik luar negeri Amerika Serikat, di antaranya adalah yang terkait dengan persainganan ekonomi-politik antara Amerika Serikat dengan Cina. Britania Raya, bersama Kanada, Australia dan Selandia Baru memang sejauh ini selalu bekerja sama erat dengan Amerika Serikat dalam urusan intelijen dan politik luar negeri karena semuanya tergabung dalam kelompok Five Eyes.

Selain isu persaingan Amerika Serikat-Cina, Moore pun akan dihadapkan pada isu krisis ekonomi, sosial dan kesehatan yang ditimbulkan oleh pandemi COVID-19. Britania Raya, hingga hari ini memang masih menjadi salah satu negara dengan kasus positif COVID-19 terbanyak di dunia. Bahkan, menurut laporan Statista, jumlah kasus meninggal akibat COVID-19 di Britania Raya hingga 19 Juli kemarin adalah yang tertinggi di dunia (kalkulasi berdasarkan persentase jumlah penduduk).

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button