NEWS

Mantan Ajudan Jokowi Jadi Calon Kapolri

Kedekatan Listyo dengan Jokowi sudah terjalin sejak di Solo.

Report: Ryan I Editor: Fai

TIMUR MEDIA – Jokowi menunjuk Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri menggantikan Jenderal Idham Azis.

Jenderal Idham per 1 Februari 2021 akan memasuki masa pensiun. Keputusan penunjukan Komjen Listyo itu tertuang dalam surat presiden yang diserahkan Menteri Sekretaris Negara Pratikno kepada DPR pada Rabu 13 Januari 2021, siang.

Nama Listyo menjadi sosok yang paling diunggulkan menjadi Tri Bata 1 lantaran memiliki kedekatan dengan Jokowi. Listyo lulusan Akademi Kepolisian tahun 1991. Tahun 2010, Wakil Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Semarang.

Di tahun 2011, menjabat sebagai Kepala Kepolisian Resor Kota Surakarta saat Jokowi masih menjadi Wali Kota Solo. Saat Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta, Listyo dirotasi menjabat sebagai Asubdit II Dit Tipdum Bareskrim Polri.

Kedekatan dengan Jokowi berlanjut, saat Listyo menjadi ajudan Presiden pada 2014. Setelah tak menjadi ajudan, Listyo menduduki sejumlah jabatan di kepolisian, mulai Kapolda Banten pada 2016-2018 dan Kadiv Propam Polri pada 2018-2019, kemudian baru diangkat menjadi Kabareskrim Polri.

“Presiden menyampaikan usulan pejabat Polri ke depan dengan nama tunggal, yaitu Bapak Drs Listyo Sigit Prabowo,” tutur Ketua DPR RI, Puan Maharani, Rabu.

Usai penunjukan, DPR dijadwalkan menggelar rapat pimpinan dan Badan Musyawarah ihwal penunjukan itu. Legislator dapat menunjuk Komisi III DPR segera melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test.

Menurut Puan, DPR akan menjalankan proses tersebut sesuai ketentuan perundangan dan mekanisme yang berlaku. “Kita akan mengetahui apakah Kapolri yang ditunjuk Presiden mendapatkan persetujuan dari DPR,” tutur Puan.

Ketua Komisi III DPR Herman Hery menyarankan pelaksanaan uji kelayakan dan kepatuhan dapat dilakukan pada Senin (18/1) atau Selasa (19/1).

“Kalau bisa hari Kamis (14/1) kami sudah bisa mengundang RDPU dengan Kompolnas dan PPATK. Itu jadwal kami berdasarkan rapat internal. Kalau bisa, Senin atau Selasa sudah bisa fit and proper test, itu konsep kami,” papar Herman.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button