Mozaik

Manfaat Dahsyat Rutin Bershalawat

Editor: Kahar

TIMUR MEDIA – Dalam menjalani hidup di tengah modernitas dan kesibukan, kadang manusia lupa pada fitrahnya sebagai seorang hamba. Tak sedikit hati menjadi kotor, hitam, dan hampa dari cahaya Illahi.

Tapi banyak cara yang dianjurkan agama kepada manusia untuk kembali mengkilapkan hatinya.

Salah satunya adalah dengan berdzikir dan bershalawat. Bahkan Allah memberi kita petunjuk bagaimana cara untuk meraih ketenangan.

Surah Ar-Rad mengabadikan dzikir sebagai sebuah hal yang indah.

Ayat itu berbunyi: “Ala bidzikrillahi tathmainnul-qulub,” artinya: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tentram.”

Di buku Miftahul Insan fi Hubbi ar-Rahman karya kumpulan santri angkatan 30 Pondok Pesantren Daarul Rahman disebutkan, dengan berdzikir dan bershalawat manusia dapat sejenak merelaksasi pikiran dan hatinya dari berbagai hal.

Dzikir dan shalawat juga bisa dijadikan list yang perlu dilakukan agar mampu menjadi pribadi yang sukses dengan ditemani bacaan-bacaan baik.

Dari hati yang teduh, dari hati yang mengkilap, niscaya seorang hamba akan menuju jalan-jalan kebaikan. Hal ini bahkan kerap di-mention dalam banyak buku-buku psikologi modern.

Sebuah pepatah Arab berbunyi: “Likulli syai’in shiqolatun wa shiqolatul-qalbi dzikrullah,”. Yang artinya: “setiap sesuatu itu mengkilap dan mengkilapnya hati itu adalah dengan menyebut nama Allah SWT,”.

Dengan bershalawat, otomatis menyebut nama Allah dan Rasulullah. Dalam Al Qur’an Allah pun ikut bershalawat pada Nabi. Shalawat menjadi satu-satunya ibadah yang Allah pun ikut melakukannya.

Di tiap Jumat, para Khatib Jumat selalu menyebut ayat khusus yang mengingatkan kita untuk bershalawat.

Allah SWT, dalam Surat Al-Ahzab ayat 56 berfirman:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya selalu bershalawat kepada Nabi Muhammad. Wahai orang-orang yang beriman bershalawatlah kalian kepadanya dan bersalamlah dengan sungguh-sungguh.” 

Salah satu ibadah yang sangat sering dianjurkan para guru untuk dilakukan oleh para muridnya adalah memperbanyak bacaan shalawat kepada Rasulullah.

Ini perlu mengingat banyaknya keistimewaan shalawat yang tidak dimiliki oleh amalan-amalan selainnya.

Imam Al-Qurtubi di dalam kitab tafsirnya menjelaskan bahwa shalawatnya Allah kepada Nabi Muhammad berarti rahmat dan keridloan-Nya kepada beliau.

Sedangkan shalawatnya para malaikat berarti doa dan permohonan ampun (istighfar) mereka bagi Rasulullah.

Adapun shalawatnya umat beliau merupakan doa dan pengagungan terhadap kedudukan Rasulullah. Makna-makna ini tidak saja disampaikan oleh Al-Qurthubi tapi juga oleh para mufassir di dalam berbagai kitab mereka.

Diperintahkannya orang-orang mukmin bershalawat kepada Nabi selain untuk mengagungkan beliau juga dimaksudkan agar shalawat menjadi sarana bagi mereka untuk mendapatkan pahala dan anugerah dari Allah yang berlimpah ruah.

Dalam hal ini Rasulullah pernah bersabda:

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً صَلَّى الله عَلَيْهِ عَشْرًا

“Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali.”

Orang yang mendapat shalawat dari Allah berarti ia mendapatkan anugerah yang sangat besar dari-Nya.

Hal ini bisa dipahami setidaknya dari ekspresi Rasulullah ketika diberitahu Malaikat Jibril perihal orang yang bershalawat kepada Nabi akan mendapat sepuluh shalawat dari Allah.

Saat itu Rasulullah seketika bersujud sangat lama sekali sebagai rasa syukur bahwa umatnya mendapat anugerah yang begitu besar dari Allah hanya dengan bershalawat sekali saja.

Dengan demikian sesungguhnya yang membutuhkan shalawat bukanlah diri Rasulullah, namun umat beliau.

Sebab ketika seseorang bershalawat kepadanya maka ia akan mendapatkan limpahan anugerah dari shalawatnya itu.

Allahumma shalli ala Sayyidina Muhammad wa ala ali Sayyidina Muhammad.

Ya Allah semoga rahmat senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad dan juga kepada keluarga Nabi Muhammad.

*Pelbagai sumber

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button