Internasional

Majalah Rolling Stone: Produk Generasi Bunga

Pada 1967, Jann Wenner hanya seorang remaja yang kebingungan ditelan euforia Generasi Bunga. Dia tak yakin dengan kuliahnya di Universitas California, Berkeley, dan pada akhirnya memilih untuk keluar pada 1966.

DIA kemudian banyak menulis, terutama di majalah kampus. Wenner kemudian bekerja di Ramparts, media penyerang kebijakan pemerintah (muckracker). Wenner beserta kawan baiknya, Ralph J. Gleason, lantas kepikiran untuk membentuk media populer. Membahas musik, tapi juga bicara soal politik. Apalagi di dekade 1960-an, politik adalah barang penting dan dibicarakan di mana-mana.

Dengan utang 7.500 dolar dari keluarga dan calon mertua, dua orang ini kemudian membuat Rolling Stone. “Saat itu aku masih 21 tahun. Masih bocah,” kata Wenner. “Kami bernama Rolling Stone tidak hanya terinspirasi oleh band Rolling Stones, tapi juga lagu Muddy Waters dan lagu Bob Dylan.”

Kantor pertama Rolling Stone adalah ruang gratisan di kantor percetakan. Hanya ada beberapa meja dan sofa di sana. Di bulan-bulan awal, penulisnya hanya Wenner dan beberapa kontributor.

Edisi pertama Rolling Stone terbit pada 9 November 1967. Sejak awal terbit, Rolling Stone berformat dua mingguan. Baru pada pertengahan 2018, Rolling Stone berubah format jadi majalah bulanan.

Laporan utama edisi pertama berkisah tentang uang yang hilang di acara festival Monterey Pop. Tema yang serius ini sengaja diambil Wenner untuk menunjukkan bahwa Rolling Stone bukan “sekadar fanzine, kami majalah profesional dengan skill liputan yang bagus.”

Sampul pertama Rolling Stone adalah gambar John Lennon yang sedang syuting film produksi Inggris, How I Won the War. Menurut Wenner, tak ada alasan khusus kenapa Lennon dipilih di kover.

“Ya karena fotonya bagus saja. Namun fotonya pas, melambangkan musik, film, dan politik, sesuatu yang akan kami tempuh,” ujarnya. Kelak, pada 5 Desember 1980, John Lennon diwawancarai editor Rolling Stone, Jonathan Cott. Wawancara selama 9 jam itu jadi wawancara terakhir Lennon. Tiga hari kemudian, dia ditembak mati oleh Mark David Chapman. (*)

Selengkapnya...
Back to top button