Kesehatan

Leptospirosis, Penyakit Paska Banjir

Penyakit dengan potensi epidemi, terutama usai banjir.

Diasuh oleh: dr. Leli Hesti, MKK, akademisi & praktisi kedokteran

TIMUR MEDIA – Leptospirosis adalah penyakit zoonosis dengan potensi epidemi, terutama setelah hujan deras atau banjir. Leptospirosis ini sebenarnya jarang terjadi tetapi bisa berakibat fatal. Mengetahui lebih banyak tentang penyakit ini adalah kunci untuk mencegah atau mengatasinya. Berikut ini beberapa fakta yang harus Anda ketahui tentang leptospirosis:

  1. Leptospirosis disebabkan oleh bakteri Leptospira interogans yang bersifat patogen bagi manusia dan hewan, dengan lebih dari 200 varian serologis.
  2. Leptospirosis biasanya ditularkan oleh tikus yang dapat terpapar pada manusia saat pergi ke lahan basah, air tawar, atau daerah banjir yang terkontaminasi dengan urin tikus melalui luka terbuka dan luka pada kulit.
  3. Anda bisa terinfeksi leptospirosis ketika hewan yang terinfeksi menggigit Anda atau ketika cairan tubuh menembus tubuh Anda melalui abrasi kulit dan selaput lendir mata, hidung, dan mulut.
  4. Ya, Anda juga bisa terinfeksi ketika minum air yang terkontaminasi atau makan makanan yang terkontaminasi.
  5. Penularan leptospirosis dari manusia ke manusia jarang terjadi.
  6. Tikus bukan satu-satunya hewan yang dapat membawa infeksi leptospirosis.Hewan ternak, anjing kuda, babi, domba, dan hewan lainnya juga dapat menjadi pembawa kuman ini.
  7. Vaksinasi tersedia untuk hewan dan manusia untuk melindungi anda terhadap leptospirosis.
  8. Masa inkubasi atau waktu dari perkembangan gejala penyakit biasanya memakan waktu 2 hingga 30 hari.
  9. Seseorang bisa saja tidak menunjukkan gejala saat terinfeksi kuman ini (asymptomatik). Namun berikut adalah tanda dan gejala khas Leptospirosis yang perlu anda waspadai:

– demam

– panas dingin

– sakit kepala

– mual, muntah

– diare

– sakit perut

– sakit otot

– penyakit kuning ( semburat kuning pada kulit dan sklera mata)

– mata merah

– ruam kulit

  1. Leptospirosis terjadi di seluruh dunia, tetapi paling sering didapat di daerah tropis dan daerah dengan curah hujan yang tinggi.
  2. Leptospirosis memiliki 2 fase. Fase pertama ditandai dengan gejala yang kurang parah seperti sakit kepala, demam, nyeri otot, dan gangguan pencernaan. Gejalanya akan hilang secara tiba-tiba diikuti oleh leptospirosis fase 2 yang fatal yang ditandai dengan kerusakan hati, kerusakan ginjal, atau meningitis.
  3. Penyakit Weil adalah bentuk parah dari leptospirosis yang ditandai oleh gagal hati, gagal ginjal, meningitis, yang dapat menyebabkan penyakit kuning, dan retensi air yang menyebabkan pembengkakan ekstremitas, serta pendarahan.

Berikut cara pencegahan yang bisa dilakukan:

– Kunjungi dokter hewan untuk mendapatkan vaksin untuk hewan peliharaan Anda yang dapat melindungi dari penyakit ini

– Hindari kontak dengan air seni hewan atau cairan tubuh, terutama jika ada luka atau lecet pada kulit

– Jangan berenang, berjalan, atau menelan air yang mungkin mengandung air seni hewan

– Kenakan pakaian pelindung atau alas kaki di dekat tanah atau air yang mungkin terkontaminasi dengan air seni hewan.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button