Balikpapan

Larangan Penggunaan Kantong Plastik Diperluas

Report: Hendra| Editor: Doni

TIMUR MEDIA – Larangan penggunaan kantong plastik di Balikpapan diperluas. Usai mall dan minimarket, mulai bulan depan penggunaan kresek di pasar tradisional juga dilarang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Suryanto menjelaskan larangan penggunaan kantong plastik untuk berbelanja di pasar tradisional ini efektif berlaku 10 Februari. Bertepatan dengan HUT Balikpapan ke-123.

Suryanto berujar kebijakan ini dituangkan dalam Perwali Nomor 28 Tahun 2019 dan didukung Perda Nomor 1 Tahun 2019.

“Aturan ini sebagai dasar hukum untuk melarang penggunaan kantong plastik di pasar tradisional,” katanya.

Ia bilang, selain di pasar tradisional nantinya pelarangan juga berlaku pasar rakyat, restoran, rumah makan.

Kemudian pelarangan juga diterapkan di tempat fasilitas umum, tempat ibadah, tempat pendidikan, dan perkantoran. Serta tempat-tempat wisata.

Larangan ini ditujukan untuk menekan sampah plastik. “Sekaligus upaya serius dalam melestarikan lingkungan,” tegasnya.

Sejak pelarangan penggunaan kantong plastik di retail modern, volume produksi sampah plastik berkurang drastis.

Mengacu data Dinas Kesehatan Balikpapan penurunan tersebut lebih dari 50 persen. Rinciannya, sampah plastik yang sebelumnya 70 ton per hari, kini turun menjadi 40 ton per hari.

Bahkan penurunan juga terjadi pada produksi sampah plastik keseluruhan. Dari 500 ton per hari menjadi 469 ton tiap hari.

Rencananya di waktu mendatang Pemkot Balikpapan turut meluaskan jenis pelarangan selain kantong plastik. Yaitu melarang penggunaan kemasan stryfoam dan sedotan plastik.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button