Ekonomi

Laba Muamalat Anjlok 92 Persen

Report: Niken| Editor: Nina

TIMUR MEDIA – Mengacu data terakhir per Oktober 2019. PT Bank Muamalat Tbk mengalami penurunan laba bersih.

Dari laporan bulanan yang diterbitkan perseroan, laba bersih Bank Muamalat tercatat Rp 8,14 miliar, atau turun 92 Persen dari periode sama tahun 2018 yang masih mencapai Rp 111,9 miliar.

Sesuai laporan bulanan perseroan yang dipublikasikan di situs resmi Bank Muamalat, yang dikutip Selasa 31/Des/2019, total aset Muamalat per Oktober 2019 tercatat Rp 52,95 triliun.

Angka ini juga mengalami penurunan dari Oktober 2018 yang besarannya Rp 54,82 triliun. Sedangkan pendapatan dari penyaluran dana perseroan di Oktober 2019 mencapai Rp 2,38 triliun.

Namun, jika dibanding pada Oktober 2018, nilai itu tercatat mengalami penurunan. Per Oktober 2018 pendapatan dari penyaluran dana mencapai Rp 2,77 triliun. Untuk beban operasional Bank Muamalat pada Oktober 2019 tercatat Rp 499,27 miliar.

Kemudian besaran laba komprehensif tahun berjalan pada Oktober 2019 mencapai Rp 21,32 miliar. Angka ini juga turun jika dibanding Oktober 2018 lalu, yang mencatat laba komprehensif tahun berjalan perseroan masih mencapai Rp 111,90 miliar.

Pemegang saham Bank Muamalat, dilansir BBC Indonesia, menyatakan terbuka dengan investor mana pun yang akan masuk menyerap saham baru. Rencananya akan diterbitkan perseroan dalam mekanisme Penawaran Umum Terbatas IV atau rights issue senilai Rp 3,29 triliun.

Sejauh ini sudah ada sekitar 18 calon investor yang siap masuk untuk menyerap saham baru tersebut, terdiri dari investor dalam dan luar negeri.

Komisaris Utama Bank Muamalat Indonesia, Ilham Habibie menyatakan sangat terbuka terhadap siapapun yang berhak meminangkan. Hal itu diutarakannya pada medio Desember 2019 lalu.

“Saya sampaikan sudah ada 18 investor. Tapi itu tergantung bagaimana dia menyetujui jumlah modal yang akan masuk,” kata Ilham, usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang dihelat, Senin 16/Des/2019 lalu.

Di kesempatan itu, pemegang saham Bank Muamalat juga menyetujui penerbitan sukuk Rp 6 triliun.

Direktur Utama Bank Muamalat Achmad Kusna Permana mengatakan sedang melakukan diskusi dan sedang menyusun kemungkinan rencana bisnis dengan BUMN.

|Sumber: CNBCIndonesia

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button
Close
Close