Internasional

Kyrgyzstan Angkat PM Baru

Red : Ahmad Mulyadi

BISHKEK, TIMUR MEDIA — Parlemen Kyrgyzstan secara resmi mengangkat Sadyr Zhaparov sebagai Perdana Menteri yang baru pada 10 Oktober lalu. Demikian dilaporkan media spesialis politik internasional, Sicurezza Internazionale, kemarin (10/10/2020).

Penunjukkan Zhaparov adalah langkah politik yang diambil Parlemen Kyrgyzstan menyusul kekosongan kekuasaan pada posisi tersebut sejak kerusuhan melanda negeri yang berlokasi di Asia Tengah itu. Seperti diketahui, Kyrgyzstan mengalami krisis politik dan keamanan sejak kerusuhan yang dipicu oleh ketidak puasan sejumlah kelompok atas proses dan hasil Pemilu Legislatif pada 4 Oktober lalu. Unjuk rasa itu bahkan berlangsung hingga ke gedung-gedung utama pemerintahan dan menimbulkan korban luka hingga lebih dari 1200 orang dan satu orang meninggal dunia.

Sebelum diangkat menjadi PM yang baru, pria berusia 51 tahun itu menjanjikan reformasi konstitusional di negeri pecahan Uni Soviet tersebut. Reformasi itu menurut Zhaparov diperlukan mengingat di negeri itu kemungkinan akan diselenggarakan Pemilu Presiden dan pengulangan Pemilu Legistlatif. Selain itu, dia pun mengatakan Presiden saat ini, Sooronbai Jeenbekov, berniat mundur dari jabatannya usai pemerintahan yang baru rampung dibentuk. 

Sebelum pengangkatan Zhaparov, Presiden Parlemen Kyrgyzstan, Myktybek Abdyldayev pun menyatakan mundur dari posisinya. Dengan demikian, jika Presiden Jeenbekov melaksanakan niatnya untuk mundur, maka secara otomatis peran presiden pun (untuk sementara) akan dijalankan oleh Zhaparov.

Keberhasilan Zhaparov dalam menduduki posisi Perdana Menteri, menurut sebagian pengamat tidak lepas dari kontribusi para pendukung politiknya. Bahkan, demonstrasi besar-besaran yang terjadi di Ibu Kota Kyrgyzstan itu pun melibatkan banyak pendukung Zhaparov (selain pendukung Omurbek Babanov).

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button