Internasional

Kurang Dingin, Vaksinasi di Jerman Ditunda

Report: Maya I Editor: Faisal

TIMUR MEDIA – Pelaksanaan vaksinasi korona di Jerman terpaksa dilakukan penundaan di beberapa kota. Musababnya, pelacak suhu menunjukkan sekitar 1.000 vaksin produksi BioNTech dan Pfizer tidak disimpan dalam suhu dingin sesuai standar.

Juru bicara Distrik Lichtenfels di utara negara bagian terbesar Jerman, Bavaria menjelaskan saat membaca temperatur yang disertakan dalam kotak pendingin, timbul keraguan tentang kepatuhan terhadap persyaratan rantai dingin.

Staf medis, seperti dilaporkan Reuters, menemukan suhu dalam satu kotak pendingin pengangkut vaksin telah meningkat hingga 15 derajat Celcius. Suhu ini berada di atas maksimum 8 derajat Celcius yang ditetapkan produsen.

Sejumlah wilayah seperti di Coburg, Kronach, Kulmbach, Hof, Bayreuth dan Wunsiedel masih menunggu penjelasan dari BioNTech terkait perizinan apakah vaksin masih dapat digunakan. BioNTech mengatakan telah menanggapi pertanyaan dari distrik tentang apakah suntikan masih dapat digunakan, tetapi menolak untuk menjelaskan apa yang diberitahukan kepada mereka.

Administrator distrik di Hof, Oliver Baer, mengatakan vaksin itu menggunakan teknologi mRNA, yang harus disimpan pada suhu sangat rendah sekitar minus 70 derajat Celcius sebelum dikirim ke pusat distribusi dalam kotak pendingin yang dirancang khusus berisi es kering.

Setelah keluar dari penyimpanan suhu sangat rendah, vaksin harus disimpan pada 2 derajat Celcius hingga 8 derajat Celcius agar tetap efektif hingga lima hari.

Kotak pendingin yang dirancang Pfizer dilengkapi pelacak GPS sehingga perusahaan dapat menangani masalah penyimpanan potensial dalam perjalanan.

“Vaksinasi terhadap virus korona bukan tentang siapa yang paling cepat memvaksinasi atau siapa yang paling banyak memberikan dosis. Keselamatan dan pekerjaan yang cermat untuk kepentingan masyarakat memiliki prioritas tertinggi,” ingat Oliver.

Penundaan di Jerman menyoroti tantangan dalam meluncurkan vaksin. Regulator di sana masih meninjau persetujuan suntikan lain, termasuk yang dibuat Moderna dan AstraZeneca, yang lebih mudah diangkut dan disimpan.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button