Kaltim

KUA-PPAS APBD Kaltim 2021 Berubah Lagi

TIMUR MEDIA – Rapat Tim Badan Anggaran DPRD Kaltim kembali mengehlat rapat terkait pembahasan anggaran APBD 2021 bersama Tim Anggaran Pendapatan Daerah Kaltim, Senin 19 Oktober 2020. Rapat digelar tertutup, dari pukul 10.00 Wita di gedung E DPRD Kaltim.

Agenda itu dihadiri Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun dan Sekdaprov Kaltim Muhammad Sa’bani. Samsun mengutarakan terjadi sejumlah perubahan anggaran.

Sebelumnya, Kebijakan Umum Anggaran – Prioritas Plafon Anggaran Sementara atau KUA-PPAS  2021 berjumlah Rp 9,2 triliun, lalu turun jadi Rp 8,2 triliun. Di rapat yang baru saja digelar itu, nilai KUA-PPAS berubah lagi menjadi Rp 8,9 triliun.

Adanya perubahan disebabkan serapan anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp 900 miliar yang telah digunakan di APBD perubahan 2020. Besarannya Rp 350 miliar. Sisa anggaran dari pusat hanya berkisar Rp 571 miliar. Dari perkiraan nilai KUA-PPAS itu, maka diprediksi tidak akan ada proyek multi years yang bisa dilakukan tahun depan. Beberapa proyek dipastikan tidak terlaksana.

Samsun memberi contoh, seperti peningkatan fasilitas RSUD AW Sjahranie dan proyek pembangunan jalan layang Rapak Balikpapan yang anggarannya sekitar Rp 500 miliar. Namun, saat ini tengah dicari solusinya agar kedua proyek tetap bisa berjalan. Sekaligus simulasi pembebanan anggarannya.

“Belum diputuskan menggunakan APBN atau APBD. Meski yang memutuskan paripurna DPRD setuju atau tidak, tapi dari pembahasan di Banggar ada pro-kontra. Saya pikir wajar karena mekanismenya belum jalan,” jelas Samsun.

Rencana penganggaran multi years yang ingin digarap Pemprov Kaltim, lanjutnya, menjadi dinamika yang menarik lantaran disertai beberapa alasan. Pertama, skema rencana tidak sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang disampaikan Gubernur Kaltim Isran Noor. Sebelumnya, Isran sudah berkomitmen mengadakan kegiatan bersifat multi years itu. Kedua, kewenangan pembiayaan jalan negara kawan, dibiayai melalui APBN.

“Namun kalau kita melihat kondisi dari pertimbangan yang lain, memang beberapa objek yang diusulkan sifatnya urgent,” jelasnya.

Untuk menuntaskan pembahasan anggaran ini, Samsun menjelaskan rapat akan terus dilakukan marathon sampai akhir November, sekaligus penandatanganan APBD. “Tetap menyesuaikan jadwal. Pembahasan ini harus berjalan selama 4 kali rapat bersama TAPD,” katanya.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button