Kaltim

Kriminalitas di Kaltim Turun

Timur Media

Kapolda Kaltim Irjen Pol Muktiono. (Humas Polda)

TimurMedia.com:

Report: Hendra| Editor: Abi K

TIMUR MEDIA – Polda Kaltim mencatat penurunan kriminalitas di provinsi ini. Bahkan, tak hanya kriminalitas, namun angka kecelakaan dan pelanggaran oknum anggota diklaim juga turun.

“Gangguan Kamtibmas turun 18,4 persen dari 6.715 kasus di tahun 2018 menjadi hanya 5.478 kasus di tahun 2019. Wilayah yang tinggi kasus ada di Polres Samarinda diikuti Balikpapan dan Kukar,” jelas Kapolda Kaltim Irjen Pol Muktiono, dalam Jumpa Pers Refleksi Akhir Tahun.

Menurut Kapolda untuk kasus pidana kejahatan konvensional turut mengalami penurunan. Seperti kasus narkoba, tahun 2018 ada 1.582 kasus. Tahun ini turun menjadi 1.501 kasus.

Begitu pula penurunan dalam kasus lakalantas. Tahun 2018 tercatat ada 723 kecelakaan lalu lintas dengan 215 orang meninggal dunia dan 795 cacat. Angka ini turun dibanding tahun 2019, yang mencatat ada 520 kasus dengan 175 orang meninggal dunia.

Penurunan kasus juga terjadi dalam pelanggaran kode etik anggota kepolisian yang dianggap tidak professional. Tahun 2018 ada 20 orang, pidana narkoba 5 kasus dan pelanggaran disiplin sebanyak 40 kasus.

“Tahun ini menurun yakni 9 kasus untuk pelanggaran kode etik, narkoba 2 kasus dan disiplin tidak mentaati aturan dan UU sebanyak 22 kasus,” papar Kapolda.

Menurut Muktiono pencapaian ini sebagai wujud kerja keras dan sinergi semua pihak. “Capaian ini bukan hanya prestasi kerja jajaran kepolisian, namun juga sinergi yang dibangun Polda Kaltim bersama Pemda, Kodam, tokoh masyarakat, tokoh agama hingga masyarakat,” jelasnya.

Muktiono memaparkan untuk kejahatan curanmor juga turun, dari 466 kasus di tahun 2018 menjadi hanya 383 kasus di tahun ini.

Namun ada kenaikan dalam kasus pencurian dengan pemberatan (curat). Tahun 2018 ada 372 kasus curat, tahun ini angka curat sebesar 572 kasus. Begitu pula dalam kasus pencurian dan kekerasan (curas). Tahun 2018 ada 58 kasus, tahun ini naik menjadi 76 kasus curas.

Sedangkan kasus penganiyaan berat (anirat), juga mengalami sedikit kenaikan. Tahun 2018 tercatat 181 kasus, tahun ini ada 296 kasus anirat.

Kendati demikian, sambung Kapolda, sepanjang 2019 ada beberapa kasus yang menonjol yakni penyebaran hoax 700 kontainer surat suara tercoblos, penyebaran hoax kotak suara dicuri.

“Kemudian pemalsuan surat atau mafia tanah dan kasus narkotika 17 kg sabu serta narkotika jenis sabu sebanyak 6 kg,” jelasnya. Kapolda memberi perhatian khusus pada kasus narkoba dan pelanggaran oknum anggota.

“Saya punya perhatian besar terhadap pelanggaran yang dilakukan anggota dan ini jadi PR saya kedepan. Saya punya komitmen terutama narkoba saya tidak akan toleransi terhadap narkoba,” tegas Muktiono.

Ia menjamin jika ada pelanggaran yang dilakukan anggotanya akan dipastikan ditindak sesuai hukum. Kapolda pun membandingkan dua kasus yang menimpa anggotanya di ibu kota baru Penajam Paser Utara (PPU) dan Balikpapan.

“Seperti di PPU itu perintah saya kalau itu masuk pidana ya masuk pidana, tapi Balikpapan karena itu tidak ada pidana kita tindak hukum sesuai di lingkungan kita. Pencopotan itu sudah tindakan luar biasa bagi anggota saya,” ujarnya.

Ke depan, pihaknya akan mencari formula lebih baik untuk membina dan mendidik anggotanya agar tetap mejalankan tugas sesuai koridor hukum. “Sebab beda kita sebagai aparat negara yang punya kewajiban tugas itu mengesampingkan kepentingan pribadi dengan kepentingan tugas,” ujarnya.

Terkait pemilihan tempat jumpa pers yang berbeda seperti tahun-tahun sebelumnya, Kapolda Muktiono ingin mencari suasana baru dengan mencari tahu apa yang ingin dikehendaki masyarakat.

“Kita ingin polisi berada di tengah-tengah masyarakat. Kita perlu tahu apa yang ada di tengah-tengah masyarakat, termasuk bandara ini yang ternyata luar biasa. Juara 1 bandara kita ini. Juara Asia Pasifik malah,” ujar Kapolda.

Most Popular

To Top