Ekonomi

Krakatau Steel Rugi 647 Persen

Krakatau Steel. (Ind)

TIMUR MEDIA – PT KRAKATAU Steel (Persero) membukukan kerugian sebesar 211,91 juta dolar AS, di kuartal III 2019.

Jika asumsi kurs Rp 14.000, maka kerugiannya setara Rp 2,97 triliun. Kerugian perseroan tersebut membengkak 467 persen dari periode sama tahun lalu.

Sebab, tahun lalu Krakatau Steel hanya membukukan kerugian sebesar 37,38 juta dolar AS. Atau setara dengan Rp 523 miliar.

Peningkatan kerugian dipicu penurunan pendapatan. Tercatat, Emiten dengan kode KRAS ini hanya berhasil membukukan pendapatan 1,05 miliar dolar AS. Setara dengan Rp 14,7 triliun pada kuartal III.

Jika dibanding periode sama tahun sebelumnya, pendapatan tersebut turun 17,5 persen. Mereka masih berhasil membukukan pendapatan sebesar 1,27 miliar dolar AS, atau setara Rp 17,9 triliun pada periode tersebut.

Dalam keterbukaan yang mereka sampaikan ke Bursa Efek Indonesia, perusahaan menyebut penurunan pendapatan dipicu oleh penjualan produk baja lokal. Tercatat penjualan baja lokal  hanya mencapai US$776 pada kuartal III 2019 kemarin.

Penjualan itu turun 28,8 persen jika dibanding periode sama tahun sebelumnya yang masih bisa mencapai 1,09 miliar dolar AS. Beruntung, tekanan terhadap penjualan tersebut tertahan kinerja ekspor baja.

Tercatat, penjualan baja ke luar negeri KRAS berhasil mencapai 90,9 ribu miliar dolar AS, pada kuartal III kemarin. Penjualan tersebut naik 172,9 persen menjadi 33,3 ribu miliar dolar AS, tertolong oleh ekspor, tekanan juga terahan oleh pendapatan real estate dan perhotelan.

Pendapatan dua lini bisnis KRAS tersebut naik dari 12,8 ribu miliar dolar AS menjadi 29,4 ribu miliar dolar.

Sumber: CNN Indonesia
Editor: Abi Kurniawan

Most Popular

To Top