Politik

KPU RI Minta Maaf

Timur Media

Ketua KPU RI Arief Budiman. (ist)

TimurMedia.com:

Report: Ryan| Editor: Doni

TIMUR MEDIA – Ketua KPU RI Arief Budiman menyampaikan permintaan maaf terhadap masyarakat Indonesia. Hal ini menyusul penetapan tersangka Komisioner KPU Wahyu Setiawan terkait kasus dugaan suap.

Komisi Pemberantasan Korupsi telah menetapkan empat tersangka dalam kasus suap pergantian antar waktu atau PAW caleg PDIP.

“Kami prihatin, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Arief dalam jumpa pers, Kamis 9/Jan/2020.

Ia menambahkan, “Saya sudah memerintahkan kepada jajaran KPU baik di pusat, provinsi, dan kabupaten/kota agar mawas diri, menjaga integritas dan profesional.”

Karena, lanjut Arief, “Tahun 2020 kami punya momentum pilkada serentak di 270 kabupaten kota.”

Arief mengakui kasus ini telah mencederai kepercayaan publik ke KPU, dan mencoreng demokrasi Indonesia. Untuk itu Arief meminta maaf ke publik.

Wahyu Setiawan menambah daftar panjang Komisioner KPU yang ditangkap KPK. Ia menjadi orang keenam yang dicokok komisi antirasuah ini.

Lima orang komisioner KPU RI yang pernah ditangkap sebelum Wahyu Setiawan, yaitu:

  1. Komisioner KPU Mulyana Wira Kusumah, yang ditangkap KPK pada April 2005 dengan barang bukti uang Rp150 juta. Ia divonis penjara 2 tahun 7 bulan oleh Pengadilan Tipikor.
  2. Komisioner KPU Achmad Rojadi. Ia ditangkap KPK pada September 2005 atas kasus pengadaan tinta Pemilu 2004. Rojadi divonis pidana penjara 4 tahun dan denda Rp200 juta subsider 2 bulan kurungan.
  3. Komisioner KPU Nazaruddin Sjamsuddin. Nazaruddin ditangkap KPK pada Mei 2005 karena terlibat kasus aliran dana taktis KPU senilai Rp20 miliar. Ia divonis pidana penjara 6 tahun dan denda Rp300 juta subsider 6 bulan kurungan oleh MA. Nazaruddin juga diminta membayar uang pengganti Rp1 miliar setelah kasasinya diterima.
  4. Komisioner KPU Rusadi Kantaprawira. Rusadi ditangkap KPK pada Juli 2005 karena terlibat dalam kasus pengadaan tinta Pemilu 2004, yang juga melibatkan komisioner KPU Achmad Rojadi. Pada Mei 2006 divonis pidana penjara 4 tahun, dikurangi masa tahanan dan denda Rp200 juta subsider 2 bulan kurungan oleh Pengadilan Tipikor.
  5. Komisioner KPU Daan Dimara ditangkap KPK pada Februari 2006. Daan terlibat kasus pengadaan segel sampul surat suara Pemilu 2004. Pada 7 November 2006. Ia divonis pidana penjara 4 tahun dan membayar Rp200 juta subsider 2 bulan kurungan oleh pengadilan Tipikor.

Most Popular

To Top