Internasional

Korut Kembangkan Rudal Nuklir

Report: Maya I Editor: Isnan

TIMUR MEDIA – Korea Utara mengembangkan program rudal nuklir dan balistik sepanjang 2020. Langkah ini diangap melanggar sanksi internasional.

Pernyataan itu disampaikan diplomat PBB yang mengetahui laporan rahasia yang diberikan kepada anggota dewan keamanan pada Senin 8 Februari 2021. Laporan tahunan kepada komite sanksi Korut muncul beberapa minggu setelah Joe Biden menjabat sebagai presiden Amerika Serikat.

Dilaporkan the Guardian, Selasa (9/2), laporan pengawas sanksi independen mengatakan, Pyongyang memproduksi bahan fisil, meningkatkan infrastruktur rudal balistik dan melakukan pemeliharaan di fasilitas nuklir.

Menurut diplomat PBB, laporan itu menyatakan tahun lalu Korut menampilkan sistem rudal balistik jarak pendek, jarak menengah, kapal selam, dan rudal balistik antarbenua yang baru dalam parade militer.

Meski tidak ada uji coba rudal nuklir atau balistik pada tahun lalu, tapi Pyongyang mengumumkan persiapan pengujian dan produksi hulu ledak rudal balistik baru dan pengembangan senjata nuklir taktis.

Menyusul hal itu, misi PBB Korut di New York tidak segera menanggapi permintaan komentar atas laporan tersebut. Alasannya Korut telah dikenai sanksi PBB sejak 2006. Sanksi diperkuat 15 anggota Dewan Keamanan dalam upaya memotong dana program rudal nuklir dan balistik Pyongyang.

Tahun 2019, pengawas sanksi PBB melaporkan Korut menghasilkan setidaknya 370 juta dolar AS dengan mengekspor batu bara, yang dilarang berdasarkan sanksi PBB. Tetapi tahun 2020, mereka mengatakan pengiriman batu bara telah ditangguhkan sejak Juli 2020.

Korut memberlakukan penguncian ketat tahun lalu di tengah pandemi memangkas perdagangannya, dan melukai ekonomi yang dibebani sanksi internasional. Pada Juli lalu lebih dari 40 negara menuduh Korut secara ilegal melanggar batasan PBB pada impor minyak sulingan.

Pengawas sanksi mengatakan citra dan data yang diberikan kepada mereka oleh negara anggota tak dikenal menunjukkan bahwa Pyongyang telah melanggar batas tahunan 500 ribu barel beberapa kali.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button