NEWS

Korban Vaksin yang Wafat Meningkat

Awalnya hanya lima, kemudian meningkat menjadi 13 korban jiwa.

Report: Ryan I Editor: Agung

TIMUR MEDIA – Sedikitnya 13 warga Korea Selatan meninggal setelah menerima suntikan vaksin flu dalam beberapa hari terakhir. Awalnya korban yang meninggal dunia lima orang, namun semakin banyak warga yang divaksin, korban kematian terus berjatuhan sampai 13 jiwa.

Kondisi itu meningkatkan kekhawatiran tentang keamanan vaksin. Bahkan meski pihak berwenang mengesampingkan kaitan keamanan vaksin dan kematian warga setelah disuntik vaksin, warga di sana menjadi khawatir terhadap vaksin, demikian Reuters melaporkan, Rabu 21 Oktober 2020.

Otoritas kesehatan mengatakan mengelak kematian tersebut lantaran vaksin. Disebutkan kematian itu tidak ada kaitan dengan vaksin flu yang kini sedang digencarkan di Korea Selatan. Namun, penyelidikan terhadap lima korban jiwa sebelumnya terus dilakukan, termasuk melakukan investigasi.

Tidak ada zat beracun yang ditemukan dalam vaksin, dan sedikitnya lima dari enam orang meninggal yang diselidiki memiliki kondisi yang mendasari kematian mereka, kata para pejabat.

Para pejabat telah melaporkan sembilan orang meninggal setelah mendapatkan vaksinasi flu, dan kantor berita Yonhap melaporkan empat orang lainnya meninggal pada Kamis.

Jatuhnya korban jiwa, termasuk seorang anak laki-laki berusia 17 tahun dan seorang pria berusia 70-an, terjadi hanya seminggu setelah program vaksinasi flu gratis untuk remaja dan lansia dimulai kembali.

Program ini ditangguhkan selama tiga minggu setelah ditemukan bahwa sekitar 5 juta dosis, yang perlu disimpan di lemari es, telah terpapar pada suhu ruangan saat diangkut ke fasilitas medis.

Vaksin flu di Korea Selatan berasal dari berbagai sumber. Produsen vaksin flu di Korsel termasuk produsen lokal GC Pharma, SK Bioscience dan Ilyang Pharmaceutical Co, bersama perusahaan farmasi asal Prancis Sanofi dan Glaxosmithkline asal Inggris.

Distributor vaksin flu di Korsel termasuk LG Chem Ltd dan Boryung Biopharma Co. Ltd., yang merupakan bagian dari Boryung Pharm Co. Ltd.

GC Pharma, LG Chem, SK Bioscience dan Boryung menolak berkomentar perihal adanya orang meninggal setelah menerima suntikan vaksin flu. Sementara itu, Ilyang Pharmaceutical, Sanofi dan GSK belum dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

Para pejabat mengatakan 8,3 juta orang telah diinokulasi dengan vaksin flu gratis sejak program dilanjutkan pada 13 Oktober, dan ada laporan soal sekitar 350 kasus reaksi yang merugikan akibat vaksin. Jumlah kematian tertinggi terkait dengan vaksinasi flu musiman adalah enam orang pada 2005, demikian dilansir kantor berita Yonhap.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button