Bencana Alam

Korban Gempa Mamuju Butuh Makanan

Mereka terancam kelaparan.

Report: Maya I Editor: Isnan

TIMUR MEDIA – Warga terdampak gempa di Dusun Petakeang, Kelurahan Galung, Kecamatan Tapalang Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, terancam kelaparan. Kondisi mereka saat ini kekurangan pasokan makanan. Mereka mengeluhkan keterbatasan bahan makanan karena persediaan yang semakin menipis.

Kini tidak banyak lagi bantuan logistik yang diantarkan ke Posko Bencana di dusun itu, terutama sejak berakhirnya status keadaan tanggap darurat bencana gempa bumi.

“Sekarang posisi logistik di pengungsian ini kemungkinan besar masyarakat di sini hanya mencukupi beberapa hari ke depan. Kami selaku petugas yang ada di Posko sudah kehabisan persediaan, jadi kami tidak tahu mau pergi kemana cari logistik,” papar Ketua Karang Taruna setempat, dilansir Voa.

Bantuan terakhir kali yang diterima warga di dusun itu berupa tiga setengah liter beras, satu gelas minyak goreng dan lima bungkus mie instan untuk setiap kepala keluarga pada 2 Februari 2021.

Ia berharap di masa transisi darurat ke pemulihan, pemerintah bisa memberi perhatian bagi pemenuhan kebutuhan dasar warga yang masih bertahan di tenda darurat. Keberadaan mereka di pengungsian yang diperkirakan masih berlangsung beberapa bulan ke depan.

Dilaporkan VOA, ratusan warga terlihat masih menempati tenda-tenda darurat yang terbuat dari terpal. Tenda-tenda itu dibuat di depan rumah yang rusak akibat gempa dan di wilayah perbukitan tidak jauh dari dusun tersebut.

Di lokasi pengungsian itu ada 255 kepala keluarga atau 927 jiwa, termasuk diantaranya 88 balita, 44 lansia dan delapan ibu hamil.

“Kami kemungkinan akan lama tinggal di tenda, karena rumah warga pada roboh jadi besar kemungkinan akan berbulan-bulan bertahan di tenda” ungkap Riswan yang rumahnya rusak, akibat gempa magnitudo 6,2 skala Ritcher.

Warga lain, Basaria (39) mengungkapkan kegelisahannya terkait kondisi kesehatan anak balitanyanya yang sempat terserang diare, sejak seminggu terakhir.

“Sakit-sakitan juga anakku, kayak mau lumpuh, sakit perutnya,” keluh Basaria. Selama 22 hari berada di tenda, oa dan anak-anaknya hanya makan mie instan. Anak-anak juga kekurangan pakaian yang layak sehingga kedinginan di malam hari karena tenda itu tidak memiliki dinding.

Kepala Dusun Petakeang, Ali Pahudin, mengungkapkan selain masalah kekurangan pasokan logistik bahan makanan, warga di lokasi pengungsian juga mengalami masalah kesehatan, terutama ancaman penyakit diare.

Ia mengeluhkan dihentikannya layanan posko kesehatan di lokasi pengungsian setelah berakhirnya masa tanggap darurat pada 4 Februari. Padahal kehadiran tenaga kesehatan sangat diperlukan untuk terus memonitor kondisi kesehatan warga di lokasi pengungsian itu.

“Misalnya posko kesehatan dicabut, kita dianjurkan ke Puskesmas, ini kan jaraknya jauh dari lokasi pengungsian. Jadi kami minta posko kesehatan tetap ada tinggal pihak kesehatan kontrol setiap saat,” pinta Ali Pahudin.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button