Bencana Alam

Korban Banjir Jabodetabek Mulai Berjatuhan

Timur Media: Referensi baru, Mewarnai, Menginspirasi

Sejumlah warga berlindung di atap rumah. (BNPB)

TimurMedia.com:

Report: Ryan | Editor: Kusuma

TIMUR MEDIA – Banjir yang menerjang Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) mulai mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

Belasan jiwa terenggut nyawanya. Kemungkinan jumlah korban terus bertambah. Korban tersebar di hampir seluruh wilayah Jabodetabek. Terbanyak di Jakarta.

Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana pada Kamis, 2/Jan/2020, mencatat sedikitnya 16 orang korban meninggal dunia. Rinciannya delapan orang di DKI Jakarta.

Kemudian satu orang di Kota Bekasi, tiga orang di Kota Depok, satu orang di Kota Bogor, satu orang di Kabupaten Bogor, satu orang di Kota Tangerang, dan satu orang di Tangerang Selatan.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo mengimbau masyarakat agar segera mengungsi ke tempat aman jika tempat tinggalnya berpotensi mengalami banjir lebih besar.

“Utamakan nyawa selamat terlebih dahulu daripada harta,” pesan Doni.

Kapusdatinkom BNPB, Agus Wibowo dalam keterangan tertulisnya menyampaikan hal sama.

“Sampai saat data yang berhasil BNPB kumpulkan terdapat 16 orang meninggal akibat banjir,” ujarnya, Kamis.

Tidak menutup kemungkinan korban bisa bertambah.

“Saat ini BNPB masih terus melakukan pendataan dari pelbagai sumber dan kemungkinan jumlah korban bisa bertambah,” imbuh Agus.

BNPB juga merilis daftar nama korban banjir yang melanda wilayah Jabodetabek. Para korban tersebar di pelbagai daerah, yakni:

Jakarta

  1. M Ali, 82, Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, mengalami hipotermia.
  2. Siti Hawa, 72, Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, mengalami hipotermia.
  3. Willi Surahman, Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, mengalami hipotermia.
  4. Sutarmi, 73, RT 16/ RW 02, Kelurahan Batu Ampar, Kramat Jati, Jaktim, tersengat listrik.
  5. Agus, 19, Kali BKT RT 05/ RW 11, Kel. Duren Sawit, Jaktim, tenggelam.
  6. Sanusi, Kali BKT RT 05/ RW 11, Kel. Duren Sawit, Jaktim, masih dalam proses pencarian.
  7. Arfiqo Alif, 16, Jalan Kp. Irian Gg. 2 RT 12/06, Kel. Serdang, kec. Kemayoran, Jakarta Pusat, kesetrum listrik.
  8. Yuda Irawan, 29, TKP. Jalan Inspeksi Kali Grogol RT 01/ RW 03, Kel. Palmerah, Kec. Pal Merah, Jakbar, tenggelam.

Kota Bekasi

  1. Andika Pradika, 14, Perum Bumi Bekasi Baru Blok V RT 002 / RW 030, Kel. Bojong, Kec. Rawa Lumbu, Bekasi, tenggelam saat bermain di selokan.

Kota Depok

  1. Amelia Susanti, 27, Jalan Al Barokah RT 07, RW 01, Kelurahan Pangkalan Jati Baru, Kecamatan Cinere, Kota Depok, tertimbun tanah longsor.
  2. Lusinah, 68, Jalan Al Barokah RT 07, RW 01, Kelurahan Pangkalan Jati Baru, Kecamatan Cinere, Kota Depok, tertimbun tanah longsor.
  3. Nizam Saputra, 8, Jalan Al Barokah RT 07, RW 01, Kelurahan Pangkalan Jati Baru, Kecamatan Cinere, Kota Depok, tertimbun tanah longsor.

Kota Bogor

  1. Kusmiyati, 30, Tanah Sereal, Kota Bogor, rumah korban tertimpa tanah longsor.

Kabupaten Bogor

  1. Marsdianto, 20, Perumahan Puri Citayam Permai 2, Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, terseret arus banjir saat aliran kali yang berada persis di depan rumahnya menjebol tanggul.

Tangerang Kota

  1. Jamilah, 55, Jalan Garuda RT. 02/ RW 06, Kel. Batu Jaya, Batu Ceper, Tangkot, tersengat listrik.

Tangerang Selatan

  1. Teguh Taufik, 36, Perumahan Ciputat Baru, Jl. Gelatik no.12 RT 07/ RW 08, Kel. Sawah, Kec. Ciputat Tangsel, tersengat listrik.

Sedangkan menurut data Kementerian Sosial, jumlah korban telah mencapai puluhan orang. Demikian dilansir Liputan6.

Rinciannya, di Jakarta Timur ada 3 orang, Jakarta Pusat 1 orang, Bogor 1 orang, Depok 3 orang. Kemudian di Kabupaten Bogor 11 orang, Kabupaten Bekasi 3 orang. Total korban sementara berjumlah 21 orang.

Untuk data pengungsi korban banjir, hingga Rabu malam tanggal 1 Januari 2020, jumlahnya menembus 31.232 jiwa di seluruh wilayah DKI. Data tersebut menunjukan jumlah pengungsi juga terus bertambah dari yang sebelumnya 19 ribu jiwa.

Rincian pengungsi korban banjir meliputi Jakarta Pusat sebanyak 310 orang yang ditampung di dua lokasi pengungsian, yaitu Petamburan dan Karet Tengsin.

Sedangkan di Jakarta Utara terdapat 1.515 orang yang menempati 23 lokasi pengungsian. Terdapat enam kelurahan di Jakarta Utara yang terdampak banjir ini.

Enam kelurahan itu Pegangsaan Dua, Sukapura, Semper Barat, Rorotan, Semper Timur, dan Kelapa Gading Timur.

Untuk kota administrasi Jakarta Barat, jumlah pengungsi korban banjir tahun 2020 ini mencapai 10.686 orang. Mereka tersebar di 97 lokasi pengungsian.

Jumlah kelurahan yang terdampak banjir di Jakarta Barat mencapai 11 kelurahan. Di antaranya Jelambar, Tomang, Wijaya Kusuma.

Lalu Srengseng, Semanan, Kalideres, Tegal Alur, Pegadungan, Kota Bambu Selatan, Kedoya Utara dan Sukabumi Selatan.

Untuk jumlah pengungsi di Jakarta Timur sebanyak 13.516 orang yang tersebar di 99 lokasi pengungsian.

Kelurahan terdampak banjir di antaranya Kebon Manggis, Kampung Melayu, Bidara Cina, Cipinang Besar Selatan, Klender, Pondok Bambu, Pondok Kelapa, Cawang, Balekembang, Dukuh dan Cipinang Melayu.

Jumlah pengungsi untuk Jakarta Selatan sebanyak 5.305 orang. Mereka berada di 48 lokasi pengungsian. Terdapat enam kelurahan yang terdampak, yaitu Gunung, Petongan, Pengadegan, Cilandak Timur, Pejaten Timur dan Manggarai Selatan.

Umumnya, para pengungsi banjir di Jakarta tersebut membutuhkan makanan, air bersih, selimut, dan karpet.

Most Popular

To Top