Penajam Paser Utara

Konsolidasi Gempar Pertanyakan Penyertaan Modal Pembangunan RMU

Reporter : Teguh | Editor : Faisal

Timur Media, Penajam – Sejumlah Mahasiswa asal Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Penajam Advokasi Rakyat (GEMPAR) menggelar konsolidasi bertema “Rice Miling Unit : Antara Kebutuhan dan Kepentingan”.

Dikoordinatori oleh Muhammad Agus, koalisi Gempar melakukan pengkajian secara mendalam terkait Rice Miling Unit yang rencananya akan dibangun di oleh pemerintah Kabupaten PPU Kecamatan Babulu.

Tiga hal yang menjadi perhatian khusus Koalisi Gempar dalam kajian tersebut, yakni yang pertama, status lahan dalam pembangunan rice miling unit. Kedua, landasan filosofis, teoritis dan yuridis, yang terakhir adalah perhitungan bisnis yang diproyeksikan untuk menjadi pendapatan asli daerah ( PAD ).

Saat dikonfirmasi terkait hasil konsolidasi yang dilakukan Gempar,  Agus mengatakan bahwa dalam rencana pembangunan RMU yang melalui penyertaan modal pada Perusahaan Umum Daerah (Perumda) dengan nilai Rp 26 miliar akan didirikan di atas tanah pihak ketiga,  hal itu menjadi tanda tanya besar baginya masyarakat tak terkecuali pun dirinya.

“Pemkab PPU seharusnya bisa membedakan antara aset tetap dan aset tidak tetap. Rice Miling Unit ini kan hasil hilirisasi bahan baku pertanian artinya hulunya adalah persawahan. Karna dia sifatnya adalah hilir yang sudah bersekala industri harusnya pemerintah menempatkan industri ini di zonasi perindustrian yakni Kawasan Industri Buluminung ( KIB ),” kata Agus, Senin (28/9/2020).

Agud Melanjutkan, seharunya Pemerintah lebih mendorong pada perda rencana pembangunan industri kabupaten terlebih dahulu atau disebut Perda RPIK agar terciptanya pembangunan industri yang terencana, terorganisir dan terintegrasi.

Agus pun mengatakan jika Koalisi Gerakan Mahasiswa ini akan meminta hearing kepada eksekutif maupun legislatif terkait rencana pembangunan Rice Miling Unit tersebut.

“Kita pasti mendukung semua program pemerintah, selama program tersebut itu transparan dan direncanakan secara matang dan untuk kepentingan masyarakat, mengingat modal yang dialokasikan untuk itu juga sangat besar,” ungkap Agus.

Agus pun berharap semoga program yang di buat dan dijalankan pemerintah jangan sampai  hanya untuk kepentingan sekelompok orang saja, bukan menjadi kebutuhan masyarakat apalagi ditengah kondisi wabah corona seperti ini.

“Jangan sampai  hanya untuk kepentingan sekelompok orang saja, bukan menjadi kebutuhan masyarakat,” Pungkasnya.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button