Ekonomi

Kondisi Ekonomi Makin Menyedihkan

Diprediksi kondisi terburuk akan terus terjadi di kuartal berikutnya.

Report: Ryan I Editor: Danu

TIMUR MEDIA – Ekonomi Indonesia berada dalam kondisi menyedihkan. Realisasi angka pertumbuhan ekonomi sebesar 2,97% di kuartal I-2020 membuyarkan skenario pemerintah dalam menghadapi COVID-19. Dalam skenario berat, pemerintah menghitung ekonomi nasional di angka 4,5-4,9% di kuartal I-2020 dan 2,3% di akhir tahun ini.

Pertumbuhan ekonomi di masa-masa menyedihkan ini memengaruhi tingkat pengangguran terbuka dan angka kemiskinan nasional.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan pemerintah masih memegang skenario pertumbuhan ekonomi di kisaran minus 0,4% sampai 2,3% hingga akhir 2020.

“Kita lihat pertumbuhan ekonomi 2020 ada di antara -0,4-2,3% ini yang akan kita lakukan. Dampak pada kemiskinan dan pengangguran ini skenario yang tidak menyenangkan sama sekali, ini skenario yang sedih,” papar Febrio saat video conference, Jakarta, Rabu 13 Mei 2020.

Anjloknya ekonomi Indonesia diprediksi akan berlanjut di kuartal berikutnya. “Harapannya ekonomi tertekan pasti tapi bagaimana tekanan itu diredam semaksimal mungkin, kalau bisa meredam kita berusaha supaya tingkat pengangguran tidak melonjak tajam, kemiskinan juga,” harap Febrio.

Upaya yang disiapkan pemerintah dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2020 sebagai landasan hukum bagi pemerintah melaksanakan program terkait.

Dari aturan itu, pemerintah akan menjaga sisi penawaran dan permintaan. Hal ini menyusul anjloknya data kontribusi komponen pengeluaran pembentuk produk domestik bruto di kuartal I-2020. Seperti konsumsi rumah tangga, investasi, ekspor dan impor.

Sedangkan dari sisi dunia usaha, pemerintah juga sudah menyiapkan beberapa modal untuk memulihkan sekaligus menahan dampak korona kepada laju ekonomi nasional.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button