DPRD Balikpapan

Komisi II Minta Dongkrak Pendapatan Wisata

Report: Hendra| Editor: Nina

TIMUR MEDIA – Wakil Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Mieke Henny, meminta Pemkot mendongkrak pendapatan asli daerah. Terutama PAD dari sektor wisata.

Mieke berpendapat, selama ini Pemkot Balikpapan hanya mengandalkan retribusi pantai Manggar. Itu pun tak sesuai ekspektasi. Sebab target retribusi pantai Manggar 2019 juga tidak mampu diraih.

Ia menegaskan hal itu saat rapat dengar pendapat dengan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata, 7/Jan/2020. “Seharusnya jangan hanya terfokus pada Pantai Manggar. Masih banyak potensi dari tempat wisata lain,” tegas Mieke.

Ia pun meminta dinas terkait agar melakukan inventarisasi potensi wisata di Balikpapan. Apalagi, lanjut Mieke, dari target retribusi Rp 3,4 miliar tahun 2019 yang terealisasi hingga Desember 2019 hanya sebesar Rp 3,4 miliar.

“Artinya masih minus Rp 400 juta. Tahun lalu tidak sesuai target, tapi target tahun ini justru meningkat mencapai Rp 4,2 miliar,” tuturnya. Target yang kurang realistis itu diharapkan bisa dipenuhi.

“Mudah-mudahan retribusi pengunjung tahun ini bisa tercapai. Jangan lupa agar melengkapi sarana prasarana untuk mendongkrak pengunjung,” pesan Mieke.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Disporabupar Balikpapan Irfan Taufik beralasan tak tercapainya target retribusi pantai Manggar karena peristiwa tsunami di Palu dan Banten.

“Tahun 2018 terjadi tsunami di sejumlah daerah. Kemudian ada imbauan agar tidak berkunjung ke pantai. Isu ini sangat mempengaruhi,” katanya.

Peristiwa tsunami itu memengaruhi jumlah pengunjung ke pantai. Tak hanya pantai Manggar. Tapi nyaris di semua pantai di seluruh daerah Indonesia. Akibatnya target tahun 2019 meleset.

Ia mengungkapkan retribusi tempat wisata pantai Manggar tahun 2019, ditarget Rp 3,8 miliar. “Tapi hanya tercapai Rp 3,4 miliar,” jelasnya.

Meski demikian tahun ini Irfan cukup optimis target retribusi pantai Manggar bakal tercapai. Karena jika melihat pendapatan di awal tahun sudah menembus Rp 400 juta. Karen jumlah pengunjung yang tinggi.

“Kalau mengambil sampel tahun 2020 ini, pemasukan kami di awal Januari saja sudah mencapai Rp 400 juta. Padahal baru tanggal 1 sampai 7 Januari. Mestinya di 2019 itu bisa dicapai kan,” ujarnya.

Ia meyakini langkah awal tahun ini sudah baik. “Kita sudah mendapat pemasukan sekitar Rp 320 juta di Januari ini,” katanya. Pihaknya pun berupaya agar di hari libur mendatang jumlah pengunjung terus meningkat.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button