Kaltim

Kinerja KPU Samarinda Disorot Parlemen

Report: Dwi: Editor: Faisal

TIMUR MEDIA – Pemungutan suara Pilkada Samarinda telah berlangsung aman dan lancar. Per 15 Desember 2020, KPU Samarinda telah melakukan proses rekapitulasi penghitungan suara di tingkat Kota sesuai Peraturan KPU Nomor 5 Tahun 2020.

Surat suara dan logistik Pilkada telah bergeser ke Gudang KPU Samarinda. Namun, kinerja mereka disorot Parlemen. Kritik datang dari anggota DPRD Samarinda, Shamri Saputra. Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini menyatakan, kinerja KPU Samarinda perlu dievaluasi.

Musababnya, menurut Shamri Saputra hasil Pilkada Samarinda tidak maksimal dengan indikator sosialisasi kurang gencar, angka golput masih tinggi, dan banyaknya surat suara yang rusak dan tidak sah.

Padahal, sambung Shamri Saputra, Pemkot Samarinda telah menggelontorkan dana lebih dari Rp 50 miliar untuk pelaksanaan Pilkada Samarinda 2020.

“Tapi hasilnya tidak maksimal. Sosialisasi kurang gencar. Angka golput tinggi. Surat suara rusak banyak. Server yang dijanjikan tidak berjalan,” ujar Shamri Saputra.

KPU Samarinda sendiri belum memberi tanggapan atas sorotan itu. Sebab tahapan Pilkada belum selesai.

Terkait anggaran Pilkada, tercatat bulan Oktober 2019, Tim Anggaran Pemerintah Daerah menyetujui anggaran hibah kepada KPU Samarinda sebesar Rp 56 miliar melalui Naskah Perjanjian Hibah Daerah sesuai Permendagri Nomor 54 Tahun 2019 tentang Pendanaan Kegiatan Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota yang Bersumber dari APBD.

I Timur Media Network

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button