Nasional

KH Miftachul Masuk Bursa Caketum MUI

PBNU hanya mengusung satu nama.

Report: Ryan I Editor: Isnan Rahardi

TIMUR MEDIA – Ketua Pengurus Besar Nahdhatul Ulama Marsudi Syuhud memastikan pihaknya telah resmi mengajukan Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar untuk diusung dalam bursa calon ketua umum MUI periode 2020-2025 dalam Musyawarah Nasional MUI X.

Munas MUI ini digelar di Jakarta, Rabu 2 November 2020. Munas MUI dibuka pada Rabu malam ini dan berlangsung sampai Jumat (27/11) mendatang. Salah satu agenda strategis dalam Munas ini adalah pergantian Ketua Umum dan kepengurusan baru masa bakti 2020-2025.

Agenda lain, di antaranya, membahas rekomendasi dan fatwa terkait: human diploid cell atau sel janin manusia dalam kandungan vaksin, penggunaan masker untuk ihram haji dan umrah, juga pendaftaran haji melalui utang.

“Dari PBNU mengajukan Kiai Miftachul Akhyar, Rais Aam PBNU, resminya dari PBNU begitu,” ujar Marsudi.

Ia mengatakan PBNU hanya mengusulkan nama Miftachul Akhyar untuk menjadi Caketum MUI kali ini. Marsudi belum mengetahui kandidat lain yang akan maju bersama-sama Kiai Miftachul sebagai calon ketua umum MUI dalam Munas.

“Yang lainnya saya gak ngerti. PBNU cuma satu aja itu,” beber Marsudi.

Sejak lama, nama Kiai Miftachul Akhyar sempat disebut-sebut masuk dalam bursa calon ketua umum MUI 2020-2025. Saat ini Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Surabaya, Jawa Timur itu masih menjabat sebagai Rais Aam PBNU sejak 2018. Ia menggantikan posisi Ma’ruf Amin usai dicalonkan sebagai kandidat wakil presiden pada Pilpres 2019.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengklaim pihaknya belum mengajukan kader terbaik Muhammadiyah sebagai calon Ketum MUI 2020-2025. Ia hanya menyampaikan pemilihan Ketum MUI dilakukan tim formatur yang akan dipilih dan ditetapkan peserta Munas.

“Belum,” ujar Abdul, dilansir CNNIndonesia.

Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad mengatakan pihaknya belum mengetahui siapa kader Muhammadiyah yang diajukan menjadi kandidat Caketum MUI. Ia mengklaim bahwa PP Muhammadiyah tak mengajukan nama-nama personal secara khusus dalam Munas MUI.

“Tapi secara formal mekanisme diserahkan kepada Musyawirin [peserta Munas] diharapkan tidak memandang latar belakang ormas tertentu tapi kapabilitas dan kepantasan yang diutamakan,” kata Dadang.

Sebelumnya, Ketua Steering Committee Munas MUI, Abdullah Jaidi sempat membeberkan beberapa nama ulama yang berlatar belakang Muhammadiyah, seperti Muhyiddin Junaidi, Anwar Abbas, hingga Syafiq Mugni dalam bursa Caketum MUI.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button