Nasional

KH Miftachul Akhyar Jadi Ketum MUI

Hasil ini tidak boleh diganggu gugat.

Report: Ryan I Editor: Fai

TIMUR MEDIA – Musyawarah Nasional X Majelis Ulama Indonesia menetapkan KH Miftachul Akhyar, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, sebagai Ketua Umum MUI periode 2020-2025 menggantikan Prof KH Ma’ruf Amin. Untuk posisi Ketua Dewan Pertimbangan, Prof KH Ma’ruf Amin. Sekretaris Jenderal menetapkan Dr Amirsyah Tambunan.

Munas juga menetapkan sejumlah nama lain yang menduduki posisi wakil ketua umum yaitu Buya Anwar Abbas, KH Marsyudi Suhud, dan  Buya Basri Bermanda. Pemilihan ini melalui rapat tertutup 17 tim formatur. “Suasana sangat cair, tidak alot, sehingga alhamdulillah pertemuan hasilkan keputusan Dewan Pengurus Harian dan Dewan Pertimbangan. Hasilnya tidak boleh diganggu gugat,” ujar Kiai Ma’ruf yang didaulat sebagai ketua tim formatur, Kamis 26 November 2020.

Ketujuh belas tim formatur yaitu Prof Dr KH Ma’ruf Amin (unsur ketua umum), Dr Anwar Abbas (unsur sekjen), Prof Didin Hafidhuddin (unsur wantim), KH Bambang Maryono (unsur MUI Kepri),  Dr KH Khaeruddin Tahmid  (unsur MUI Lampung), KH Rahmat Syafei  (unsur MUI Jawa Barat).

Kemudian, KH Maman Supratman  (unsur MUI Bali), Khairil Anwar (unsur MUI Kalteng), Drs KH Ryhamadi  (unsur MUI Sultra), Dr Abdullah Latuapo  (unsur MUI Maluku) KH Masduki Baidhlowi (unsur NU), Dr Amirsyah Tambunan (unsur Muhammadiyah).

Lalu, Buya Basri Barmanda (unsur Perti), KH Amad Sodikun (unsur Syarikat Islam), Dr Jeje Zainuddin (unsur Persatuan Islam), Prof Amany Lubis (unsur perguruan tinggi), dan KH Abdul Gofar Rozin (unsur pesantren).

Selain menetapkan formasi kepengurusan baru, Munas X MUI menghasilkan sejumlah keputusan antara lain di bidang fatwa, Munas memutuskan empat fatwa soal haji dan satu fatwa soal human deploid cell.

Untuk rekomendasi, Munas X MUI mengeluarkan Taujihat Jakarta merespons pelbagai problematika dan dinamika mutakhir di tingkat nasional dan internasional.

I ROL

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button