Nasional

KH Ayip: Shalawat itu Kunci

2019

KH Ayip Abdullah Abbas

TimurMedia.com:

Editor: Agung

TIMUR MEDIA – Sesepuh Ponpes Buntet Cirebon, KH Ayip Adbullah Abbas, mengingatkan agar umat Muslim tak melepaskan diri dari shalawat.

Cucu dari Kiai Abbas sang tokoh sentral dalam perang melawan penjajah pada 10 November 1945 di Surabaya ini, mengatakan shalawat adalah kunci dari segala kunci.

“Memperbanyak shalawat bisa melembutkan hati. Keistimewaan shalawat tak terhingga, kunci dari segala permasalahan dunia akhirat,” ujar kiai yang biasa disapa Kang Ayip, pada TIMUR MEDIA.

Kang Ayip sendiri fokus dakwah berkeliling untuk mengajak umat bershalawat. Sekaligus mengasihi anak yatim sekitar. Bahkan, banyak sekali anak-anak jalanan sampai para pejabat yang turut membumikan shalawat.

Kiai Ayip juga mengingatkan, paling tidak minimal tiap umat membaca ratusan shalawat setiap hari. “Shalawat yang singkat saja. Shalallahu alaa Muhammad,” pesannya.

Shalawat tersebut di kalangan santri dan Ulama biasa dikenal dengan shalawat Jibril. Dalam dakwahnya, Kiai Ayip biasa juga mengajak umat membacakan shalawat Badar dan doa-doa.

Selain mengajak shalawat dan mengasihi yatim, Kiai Ayip juga mengingatkan umat untuk selalu memperbaiki akhlak.

“Bangsa ini mengalami degradasi moral yang parah. Coba perbanyak shalawat dan sayangi yatim, semoga akhlak kita pelan-pelan diperbaiki oleh Allah,” ujarnya.

Menurutnya dengan shalawatan akan terbangun kecintaan pada Rasulullah, mencoba meneladani, meresapi, dan menjalankan ajaran Islam, dan berbuat kemaslahatan bagi kehidupan.

Kang Ayip tidak mengajak orang untuk menjadi lebih baik. Sebab, hal itu menurutnya persoalan hidayah dan itikad dari masing-masing.

Apa yang dilakukan, menurut Kiai Ayip, hanya mengajak orang-orang untuk mencintai Nabi melalui gemar bershalawat dan mengasihi yatim.

“Mudah-mudahan, dengan syafaatnya Kanjeng Nabi orang-orang digerakkan hatinya dan perilakunya menjadi lebih baik.”

KH Ayip Abdullah Abbas

Ia menambahkan, “Saya hanya mencantolkan temen-teman dan saya sendiri pada Kanjeng Nabi Muhammad melalui shalawatan,” terangnya.

Menurutnya, “Jika ada yang menjadi lebih baik, ya alhamdulillah. Tetapi kalau belum baik, ya setidaknya orang tersebut masih mencintai Kanjeng Nabi.”

Dengan pembawaan santai, ramah, tidak ada jarak, ceplas-ceplos, sosok Kang Ayip bagi sebagian orang menjadi oase di tengah kegersangan zaman.

Kiai Ayip menjadi teman curhat yang enak diajak bicara. Semua orang, baik politisi, pejabat, preman, budayawan, seniman, juga siapapun.

Diingatkannya, agar umat terus memperbaiki akhlak. “Akhlak, akhlak, akhlak. Kita jangan terjebak pada casing, kemasan. Tapi utamakan akhlak,” pesan Kiai Ayip.

Most Popular

To Top