Kolom

Ketakutan dan Celah Kepentingan

Jin dan setan bisa memunculkan keraguan dan rasa was-was, dengan banyak cara. Dari bisikan, praduga, pikiran, angan-angan, dan sebagainya.

Sedangkan manusia jahat memunculkan was-was dengan menebar teror, ketakutan atau adu domba.

Bagi hati yang lemah, rasa was-was bisa berujung menjadi ketakutan berlebihan. Akibatnya menyebabkan fisik ikut melemah.

Orang yang lemah cenderung makin ciut melakukan perlawanan, sehingga akhirnya dikendalikan oleh sesuatu yang ditakutinya itu.

Jin dan manusia yang jahat suka menakut-nakuti orang lain agar mereka bisa mengendalikan orang-orang yang ketakutan itu.

Mereka senang sekali. Sebab, orang-orang yang takut akan mudah dipengaruhi, dikendalikan, bahkan diremot atau diperbudak.

Itu sebabnya, saat kecemasan telah menghujam dalam hati, saat yang sama keyakinan kita untuk bersandar pada Sang Maha dipertaruhkan.

Cemas, was-was, takut adalah fitrah manusia. Tapi saat tak mampu mengendalikannya bahkan takut berlebihan pada hal yang ditakutinya, maka bisa berujung bahaya.

Semakin besar rasa takut kita terhadap sesuatu maka justru jin dan setan kian gembira. Bahkan terus menyerang kita dengan perangkap rasa takut itu sendiri.

Yang lemah bisa mengalami stress, stroke, bahkan depresi. Hilang akal, rusak perilaku. Tapi yang mampu mengendalikannya, insya Allah, akan kembali normal seperti sedia kala.

Bahkan saat mampu meredamnya, menganggapnya semua bagian dari skenario Sang Maha, hati dan perilaku akan semakin tenang karena kuatnya keyakinan pada pertolongan Sang Maha.

Ada ujian, ada jalannya. Ada penyakit, ada obatnya. Salah satu yang bisa dicoba, perbanyaklah shalawat dan membaca Surat An Nas.

Ingat pula hukum tak tertulis komunis kapitalis: dimana ada ketakutan, di situ banyak peluang meraih keuntungan. Tersimpan banyak kepentingan.

Mudah-mudahan umat diselamatkan. Shalaallahu alaa Muhammad.

*Sakhia, penikmat shalawat.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button
Close
Close