Kaltim

Kemiskinan di Balikpapan Terendah se-Kaltim

Timur Media

kawasan kumuh di Balikapap .(Tr

TimurMedia.com:

Report: Lina| Editor: Abi K

TIMUR MEDIA – Jumlah warga miskin di Balikpapan sekitar sekitar 15.780 jiwa. Angka ini paling rendah dibanding daerah lain di Kaltim.

Tingkat kemiskinan di Balikpapan tahun 2019 tercatat menurun 2,42 persen dari tahun sebelumnya. 

Di tahun 2018, angka kemiskinan mencapai 17.008 jiwa atau 2,64 persen dari jumlah penduduk sebanyak 645.727 jiwa.

Angka tersebut menegaskan Balikpapan menempati urutan pertama sebagai kota dengan kemiskinan terendah di Kalimantan Timur.

Kepala Badan Pusat Statistik Balikpapan Achmad Zaini menerangkan garis kemiskinan perkapita perbulan di Balikpapan sekitar Rp 572 ribu.

Menurutnya dengan menurunnya angka kemiskinan kota maka sisa penduduk miskin semakin dalam/pendapatannya rendah dan merata antarorang miskin tersebut. Ia menyampaikan hal itu dalam keterangan pers akhir tahun.

Zaini menjelaskan tingkat kemiskinan yang sudah rendah dan dapat dikendalikan hingga menurun menjadi 2,42 persen ini hasil dari program kerja penanggulangan kemiskinan di masing-masing organisasi perangkat daerah, yang tergabung dalam tim penanggulangan kemiskinan daerah.

“Program-programnya seperti bantuan modal usaha ekonomi kecil dan rumah tangga, program Indonesia pintar, program perlindungan sosial, dan lainnya,” jelas Zaini.

Mengacu sata BPS Balikpapan, persentase penduduk miskin usia 15 tahun ke atas dan pendidikan yang ditamatkan yaitu untuk tidak sekolah/tidak tamat SD sebanyak 15,57 persen, tamat SD/SLTP 69,66 persen dan tamat SLTA sebesar 14,77 persen.

Sedangkan ngka melek huruf penduduk miskin usia 15-24 tahun sebesar 100 persen dan usia 15-55 tahun sebesar 100 persen. Angka partisipasi sekolah penduduk miskin usia SD 7-12 tahun sbanyak 91,86 persen dan pendidikan SLTP usia 13-15 tahun sebesar 100 persen.

Persentase penduduk miskin usia 15 tahun ke atas menurut status pekerjaan yaitu tidak bekerja 39,19 persen, bekerja di sektor informal sebesar 24,34 persen dan bekerja di sektor formal 36,47 persen.

Zaini mengingatkan, kerja depan usaha menurunkan angka kemiskinan daerah ini relative lebih berat. Sebab kondisi penduduk miskin saat ini sudah sangat sedikit/kecil hanya 2,42 persen.

Sehingga, lanjut Zainis, program pengentasan kemiskinan lebih mengarah kepada bantuan modal. Ada pula program pembinaan untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga miskin sesuai kondisi ekonominya. 

Most Popular

To Top