Penajam Paser Utara

Kementerian PUPR Lelang Proyek Bendungan Sepaku

Bendungan ini tidak terkait dengan rencana pembangunan Ibukota Baru

Reporter: Ryan I Editor: Isnan Rahardi

TIMUR MEDIA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan memulai proses lelang untuk proyek pembangunan Bendungan Sepaku Semoi di Desa Tengin Baru, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim.

Pembangunan bendungan untuk menambah jumlah bendungan di Indonesia dalam mendukung terciptanya ketahanan air dan pangan nasional.

Namun, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, menegaskan proyek pembangunan bendungan ini tidak terkait dengan rencana pemindahan Ibukota baru di PPU. Rencananya, bendungan ini akan dibangun dengan kapasitas volume sekitar 11 juta meter kubik.

Kata Menteri Basuki, proyek ini telah lama direncanakan. “Terutama untuk memenuhi kebutuhan air baku di Balikpapan dengan kapasitas 2.500 liter per detik,” ujarnya, melalui siaran pers.

Ia menjelaskan proses lelang bendungan menggunakan metode design and build sehingga lebih cepat. Dibutuhkan lahan seluas sekitar 378 hektare untuk pembangunan. Saat ini masih dalam proses penilaian harga lahan. Dari total luas lahan itu, lanjutnya, direncanakan seluas 342 hektare untuk areal genangan dan 36 hektare untuk fisik bendungan.

Lokasi lahan yang akan dibebaskan terdapat di tiga desa yakni Desa Tengin Baru, Sukomulyo dan Desa Argomulyo. Ketiga desa ini semuanya ada di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.

Penentuan lokasi lahan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Timur Nomor 590/K.653/2019 tentang Penetapan Lokasi Pengadaan/Pembebasan tanah untuk Pembangunan Bendungan Sepaku Kabupaten Penajam Paser Utara.

Bendungan Sepaku Semoi dilaksanakan Balai Wilayah Sungai Kaltim, Ditjen Sumber Daya Air, dengan perkiraan kebutuhan total nilai proyek sekitar Rp700 miliar untuk konstruksi fisik, pembebasan areal genangan dan jalur hijau di atas lahan seluas 378 ha.

Kementerian PUPR mencatat di Provinsi Kaltim sudah ada enam infrastruktur yang selama ini menjadi sumber pengambilan air baku.

Keenam sumber air baku ini, yakni Bendungan Manggar di Balikpapan dengan kapasitas tampung 14,2 juta meter kubik, Bendungan Teritip di Balikpapan (2,43 juta meter kubik), Embung Aji Raden di Balikpapan (0,49 juta meter kubim).

Selanjutnya, Bendungan Samboja di Kutai Kartanegara (5,09 juta meter kubik), Intake Kalhol Sungai Mahakam (0,02 juta meter kubim), dan Bendungan Lempake di Samarinda (0,67 juta meter kubik).

Terkait informasi Ibukota baru, sampai saat ini belum ada rapat pembahasan terkini di tengah Covid-19. Sampai kini juga belum ada keputusan dari presiden. Begitu pula payung hukumnya yang belum selesai.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button
Close
Close