NEWS

Kemenkes: Jangan Takut Positif Covid-19

Pasien positif belum tentu sakit.

Report: Maya I Editor: Fai

TIMUR MEDIA – Masyarakat Indonesia diimbau agar tidak perlu takut jika dari hasil pemeriksaan dinyatakan positif Covid-19. Hal itu disampaikan Plt Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Abdul Kadir, dalam sebuah Simposium Nasional beberapa waktu lalu.

“Kita tidak perlu terlalu takut positif karena belum tentu kita sakit,” tegas Abdul Kadir. Ia mengaku sedih selama ini ada stigma di masyarakat, seolah positif Covid-19 menakutkan. Padahal, tegas Kadir, tak semua orang positif Covid-19 menimbulkan gejala berat.

Ia menegaskan, orang yang positif Covid-19 tanpa gejala hanya perlu mengisolasi di rumah, memperbaiki asupan gizi, dan meningkatkan imunitas dengan pelbagai cara alami.

Orang positif Covid-19, tanpa gejala, jelasnya, tidak perlu dirawat di rumah sakit. Sehingga, kapasitas rumah sakit tidak penuh. “Kita sekarang harus sepakat Pedoman Penanggulangan Covid-19 revisi kelima yaitu orang yang dimasukkan ke rumah sakit mereka yang memiliki gejala sedang, sampai berat,” ujarnya.

Dengan kebijakan itu, Kadir mengklaim jumlah rumah sakit jauh dari penuh. Saat ini, jelasnya, ada 839 rumah sakit yang melayani pasien Covid-19. Sedangkan tempat tidur yang terpakai baru 42.3 persen.

“Dengan demikian, tidak benar isu-isu yang mengatakan rumah sakit semuanya penuh, itu semua hoaks. Rumah sakit kita tenang-tenang saja. Katanya di Jakarta meningkat, tapi tak semua harus masuk rumah sakit,” tegasnya.

Terkait kasus Covid-19 di Indonesia, angka kesembuhan secara nasional melaju pesat pada periode Maret hingga Agustus 2020. Hal itu tampak dari grafik kenaikan kesembuhan yang dihimpun Satuan Tugas Penanganan COVID-19 per 1 September 2020.

“Kondisi membaik ditunjukkan tingkat kesembuhan per bulan. Jumlah pasien sembuh dilihat per 1 September 2020 sebanyak 177.571 kasus,” jelas Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito, Rabu 2 September 2020.

“Dari grafiknya, ada laju kenaikan yang sangat pesat di periode Maret – Agustus 2020. Bahkan persentasenya lebih tinggi dari rata-rata dunia sebesar 70 persen.”

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button