Balikpapan

Keluarga Herman Lapor ke Propam Polda

Herman dinilai meninggal dunia tidak wajar.

Report: Taufik Hidayat I Editor: Isnan

TIMUR MEDIA – Warga Balikpapan mempertanyakan satu anggota keluarganya, Herman, meninggal dengan luka di sekujur tubuhnya setelah ditangkap anggota polisi Polresta Balikpapan.

Keluarga Herman melaporkan peristiwa itu ke Propam Polda Kalimantan Timur. Kematian Herman diduga tidak wajar.

LBH Samarinda seperti dalam keterangan persnya, Minggu 7 Januari 2021, menyebut peristiwa ini terjadi pada 2 Desember 2020 malam, saay Herman yang disebut berada di rumah, didatangi orang tidak dikenal.

Salah satu Tim Advokasi LBH Samarinda, Fathul Huda Wiyashadi, menjelaskan Herman disebut dibawa pergi orang tak dikenal dalam posisi bertelanjang dada atau tidak memakai baju dan hanya mengenakan celana pendek berwarna hitam.

LBH Samarinda menyebut orang tak dikenal yang membawa pergi Herman itu diketahui anggota Polresta Balikpapan. Keesokan harinya, keluarga mendapat kabar dari Polresta Balikpapan kalau Herman telah meniggal dunia. Polisi mengatakan Herman tewas karena buang air dan muntah saat diberi makan.

Ia menyampaikan, dari informasi awal anggota Polresta Balikpapan, sesaat setelah kabar tewasnya korban, bahwa korban buang air dan muntah-muntah setelah diberi makan, dan meninggal ketika dibawa ke rumah sakit.

“Tapi ketika keluarga ingin melihat jasad korban, salah satu personel polisi menjelaskan korban tidak ada di polres, karena jasadnya telah dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.

LBH menyebut jenazah Herman dibawa pulang pihak keluarga, namun keluarga kaget setelah melihat jenazah Herman penuh luka di sekujur tubuhnya, bahkan ada darah segar yang mengalir dari salah satu bagian tubuhnya.

“Pada tanggal 4 Desember 2020, sekitar pukul 08.30 Wita, jasad korban tiba di rumahnya yang diantar personel Polresta Balikpapan. Pihak keluarga memutuskan untuk membuka kafan pembungkus jasad korban dan ditemukan luka sayatan di hampir seluruh tubuh korban dengan darah segar yang masih mengalir serta lebam dan luka lecet di bagian punggung korban,” jelas Fathul Huda.

Karena dinilai kematian Herman tidak wajar, pihak keluarga Herman melaporkan peristiwa ini ke Propam Polda Kaltim. Namun hingga saat ini keluarga Herman disebut belum mendapatkan laporan lanjut.

Fathul mengatakan keluarga Herman berharap Propam Polda Kaltim segera menemukan pelaku kekerasan terhadap Herman.

Saat ini keluarga Herman sudah memasukkan pengaduan pembunuhan terhadap Herman kepada Direktorat Reserse Kriminal Umum dan ditembuskan kepada Bidang Propam Polda Kaltim.

Bahkan, lanjut Fathul, pihak keluarga korban sempat melaporkan peristiwa ini kepada Propam Polda Kaltim, namun faktanya hingga saat ini tak ada titik terang yang didapat oleh keluarga korban atas peristiwa ini.

“Dikarenakan tidak kunjung jelasnya penanganan kematian misterius korban ini, akhirnya pada Kamis, 4 Februari 2021, pihak keluarga memasukkan pengaduan pembunuhan terhadap Herman kepada Direktorat Reserse Kriminal Umum dan ditembuskan kepada Bidang Propam Polda Kaltim melalui kami selaku kuasa hukumnya,” jelas Fathul.

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Ade Yaya Suryana mengatakan saat ini Propam Polda Kaltim masih terus bekerja terkait peristiwa ini. Saat ini enam  anggota Polresta Balikpapan sudah diperiksa Propam Polda Kaltim terkait kasus ini. “Proses di Propam tengah berlangsung, ada enam  anggota Polresta Balikpapan dilakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button