Editorial

Kekejaman Pemimpin Komunis

TIDAK ada pemerintah yang mencelakakan rakyatnya. Benarkah demikian?

Coba simak sejarah di bawah ini:

1. Raja Leopold II.

Ia dikenal sebagai pendiri negara merdeka Kongo. Leopold juga dikenal memperbudak rakyatnya, bahkan memaksa rakyat Kongo menanam karet untuk dijual.

Kebijakannya dianggap tidak manusiawi. Sebab dampak kebijakannya, menyebabkan: jutaan orang kelaparan, menurunnya angka kelahiran dan meningkatnya jumlah pemberotnak. Bahkan Leopold menyebabkan kematian lebih dari 10 juta orang di Kongo.

2. Joseph Stalin.

Ia dikenal sejarah sebagai aktor utama pemenjaraan jutaan orang di kamp-kamp kerja paksa Gulag. Termasuk pembersih kaum intelektual. Selama berkuasa, telah menyebabkan pembunuhan massal sekitar 40 juta orang.

Kekejaman tirani komunis Uni Soviet ini telah dikenal dunia. Dari tahun 1930 sampai 1934, jutaan penduduk Uni Soviet dipenjerakan, diasingkan, dan dibunuh atas nama Stalin.

Di bawah kepemimpinannya, pemerintah Stalin mengusulkan reformasi ekonomi yang membunuh lebih dari jutaan orang karena kelaparan dan pemaksaan kerja di Gulag.

3. Kim Jong II.

Pemimpin komunis Korut ini mewarisi kekejian ayahnya. Jutaan orang menghadapi kelaparan setiap harinya, termasuk masyarakat yang terjangkit penyakit mematikan.

Sejarah mencatat, sedikitnya 1.000 orang warga Korut bunuh diri karena tidak kuat bertahan hidup di bawah kebijakan yang menyengsarakan rakyatnya. Ajaibnya, ia juga dikenal sebagai ahli dalam mencuci otak para penduduknya, yang menciptakan kesan bahwa dirinya seorang dewa.

4. Mao Zedong.

Lagi-lagi pemimpin komunis selaku membawa rakyatnya pada kesengsaraan. Di bawah Mao, 70 juta nyawa rakyat Cina melayang hanya karena keserakahan dan kesombongannya yang tidak tertandingi.

Ia juga dikenal telah meruntuhkan peraturan tradisional Cina yang sudah berlangsung selama ribuan tahun, dan nyaris menghancurkan sistem politik Cina.

Ia juga mengakibatkan kelaparan paling mematikan di dunia, tercatat 45 juta orang mati kelaparan. Kemudian dalam Revolusi Kebudayaan 1966, ia memerintahkan pembersihan terhadap para intelektual dan pembangkang, yang menyebabkan 1,5 juta kematian.

Reformasi usulan Mao bertajuk The Great Leap Forward, berakhir pada kasus kelaparan terburuk sepanjang masa.

5. Rezim Khmer Merah.

Rezim ini menjalankan evakuasi penduduk kota Phnom Penh ke wilayah perdesaan. Mereka dipaksa meninggalkan profesi lama untuk terjun membuka lahan persawahan serta mengelola dan memanen padi.

Sejarah mencatat genosida sudah berlangsung. Long march yang dilakoni ribuan warga kota ke daerah pinggiran membunuh anak-anak, orang tua, dan orang sakit.

Mereka yang akhirnya sampai di lokasi pun mendapat siksaan serupa karena setiap hari dipaksa kerja dalam waktu yang lama dan dalam kondisi yang mengenaskan.

Ada banyak versi mengenai total korban jiwa akibat genosida selama kekuasaan Khmer Merah.

The Cambodian Genocide Porgram di Yale University, misalnya, memperkirakan korban kematian mencapai 1,7 juta jiwa atau sekitar 21 persen dari total populasi Kamboja pada pertengahan 1970-an. Investigasi PBB menyebut perkiraan yang lebih tinggi: antara 2-3 juta. Sementara itu beberapa peneliti independen menyebut 1,17-3,45 juta jiwa.

6. Robert Mugabe.

Ia dicatat sejarah sebaga diktator Zimbabwe. Dinmasa pemerintahannya, masyarakat menghadapi penindasan brutal. Ribuan orang dibantai karena tidak memberikan suara untuk Mugabe.

Ia disebut menjadi penyebab 3,1 juta warganya mengungsi karena program reformasi lahan yang digagasnya.

7. Enver Hoxa.

Sekali lagi, pemimpin komunis mencatatkan sejarah kekejamannya. Hoxa adalah diktator kejam yang membawa komunisme ke Albania. Setelah beperang dengan Cina dan Uni Soviet, Hoxa menutup perbatasan untuk menciptakan negara Eropa yang mirip dengan Korea Utara.

Selama lebih dari empat dekade, Hoxa melarang agama, memutuskan hubungan normal dengan hampir setiap negara.

Ia juga dikenal pernah melakukan pembersihan brutal terhadap lingkaran dalamnya, dan membuat sekte yang secara efektif menyingkirkan perbedaan pendapat.

Sekitar 200 ribu orang dipenjara di bawah kepemimpinan Hoxa, di sebuah negara dengan populasi hanya 3 juta jiwa.

Ada banyak sekali pemimpin dunia yang keji terhadap rakyatnya. Rerata mereka berideologi komunis.

Sejarah-sejarah itu selalu berulang, ketika komunis menguasai sebuah negara maka rakyatnya selalu berada dalam kesusahan. Seperti di Korut dan Cina.

Kebijakan dibuat sesukanya. Hukum seolah menjadi miliknya. Dan rakyat dianggap sebagai mainan yang dibuat sekehendaknya.

Kalau ada yang bertanya, mana ada pemimpin yang mencelakai rakyatnya? Jawabannya, banyak. Sejarah dunia mencatatnya.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button