Balikpapan

Kasus Narkoba di Balikpapan Meningkat

Report: Maya| Editor: Lina

TIMUR MEDIA – Sepanjang tahun 2019, kasus narkoba di Balikpapan naik dibanding tahun lalu. Penyalahgunaan narkoba tak hanya terjadi pada masyarakat sipil tapi juga menimpa oknum kepolisian.

Hal itu diungkap Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Turmudi. “Kasus narkoba meningkat ada 371 di 2019 sedangkan tahun 2018 ada 336 kasus,” ujar Turmudi, yang sejak Senin 30/Des/2019, resmi berpangkat Komisaris Besar.

Ia mengakui kasus narkoba ini turut melibatkan anggotanya. Lantaran itu pihaknya terus melakukan pembinaan personel. “Kita terus membina mental dan moral para anggota, termasuk melakukan tes urin secara berkala,” jelasnya.

Ihwal pembinaan personel, Polresta Balikpapan mencatat tahun ini ada pelanggaran sebanyak 18 kasus indisipliner, satu kasus kode etik dan satu kasus pidana.

“Kalau tahun 2018 ada pelanggaran kode etik satu kasus, pidana satu kasus  dan kasus pelanggaan disiplin bintara 32 kasus serta perwira 5 orang,” ungkapnya.

Kapolresta mengklaim penurunan kasus indisipliner dibanding tahun lalu karena terus dilakukan pembinaan secara umum. Selain itu pihaknya melakukan upaya pembenahan sistem.

“Terutama bidang rekruitmen, karir serta bidang pengawasan. Tidak ada toleransi kepada anggota yang melakukan pelanggaran,” tegasnya.

Untuk kasus kriminalitas tahun 2019, sambung Kombes Pol Turmudi, secara keseluruhan menurun 55,8 persen. Sedangkan penyelesaian kasus mencapai 63,7 persen.

Ia menyebut untuk keseluruhan kasus narkoba, curanmor, curat, anirat, curas sepanjang 2019 berjumlah 599 kasus. Sedangkan tahun 2018 berjumlah 891 kasus.

“Rata-rata mengalami penurunan 32 persen lebih,” jelasnya. Sedangkan pelanggaran lalulintas tahun 2019 mengalami kenaikan 22 persen, namun jumlah laka lantas mengalami penurunan signifikan yakni 72 persen dibanding tahun lalu.

“Laka lantas kita bisa kita tekan dengan menggelar operasi keselamatan, operasi patuh, operasi zebra,” ujarnya. Selain itu pihanya juga melakukan upaya persuasif pada masyarakat untuk menjaga keamanan, keselamatan dan kelancaran lalu lintas.

Pihaknya juga mencatat ada empat pengungkapan kasus yang menonjol. Yakni curanmor lintas provinsi Kaltim-Kalteng, pengeroyokan anak dan saudara kepada ayah kandung hingga kematian, kasus curat di 40 TKP dan premanisme di pasar.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button
Close
Close