Balikpapan

Kasus Herman, Enam Polisi Dibebastugaskan

Report: Roben I Editor: Faisal

TIMUR MEDIA – Enam anggota Polresta Balikpapan dibebastugaskan. Polda Kaltim membebastugaskan mereka, yang diduga terlibat dalam kasus meninggalnya Herman, saat dalam penanganan Polresta Balikpapan.

Hal itu diutarakan Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Ade Yaya Suryana, didampingi Kabid Propam Polda Kaltim Kombes Pol Yudi Arkara Oktobera, Senin 8 Februari 2021, sore.

“Mereka yang dibebastugaskan: AGS, RH, KKA, ASR, RSS, dan GSR,” papar Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Kaltim Kombes Pol Yudi Arkara Oktobera. Dari enam anggota Polresta Balikpapan itu, satu orang perwira, sisanya bintara dengan pangkat ajun inspektur dan brigadir.

Menurut Kombes Yudi, keenam anggota Polresta Balikpapan itu masih menjalani pemeriksaan Propam Polda. Mereka diduga melanggar Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2011, Pasal 7, 13, dan 14 tentang Profesionalisme Kepolisian.

Baca Juga: Polri Pantau Kasus Herman Balikpapan

“Mereka yang diduga kuat sebagai pelanggar,” ujarnya. Keenam polisi itu terancam sanksi dicopot dari jabatan hingga pemberhentian dengan tidak hormat. Dalam kasus ini, sudah ada tujuh orang saksi yang diperiksa. Antara lain, pihak anggota Polresta Balikpapan, RS Bhayangkara, dan anggota keluarga Herman.

Polda Kaltim berjanji tidak akan mentolerir. “Tadi pak Kapolda menyampaikan tidak akan mentolerir terhadap perbuatan pelanggaran disiplin, pelanggaran kode etik dan pelanggaran hukum lainnya oleh anggota polri. Jadi akan ditindak tegas, sudah ada dilakukan pemeriksaan,” tegasnya.

Pembebastugasan ini untuk memudahkan proses etik dan hukum atas para terduga pelanggar yang berujung kematian tahanan tersebut. Menyoal kemungkinan pidana, Kombes Yudi menegaskan, kasusnya akan ditindaklanjuti Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kaltim.

Baca Juga: Kronologi Kematian Herman Balikpapan

Diwartakan sebelumnya, meninggalnya Herman terjadi pada Kamis 3 Desember 2020 setelah sehari sebelumnya ia dibawa tiga orang tidak dikenal dari rumahnya di bilangan Muara Rapak, Balikpapan Utara. Herman kemudian dibawa ke Polresta Balikpapan untuk diperiksa dalam kasus pencurian ponsel. Keluarga yang menjenguk tidak diizinkan bertemu.

Keluarga mendapat infromasi dari kepolisian bahwa Herman muntah-muntah dan berulang kali buang air sehingga dibawa petugas ke RS Bhayangkara. Namun Herman tidak tertolong, dan menghembuskan nafas terakhirnya. Saat jenazah dipulangkan, keluarga menemukan sejumlah luka pada tubuh almarhum.

Keluarga menduga ada sesuatu yang tidak wajar. Namun, baru 5 Februari 2021 keluarga melaporkan kasusnya ke Propam Polda Kaltim dengan didampingi tim pengacara Lembaga Bantuan Hukum Samarinda.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button