AdvPenajam Paser Utara

Jon Kenedy Ingatkan Pemerintah Harus Cermat

Reporter : Teguh | Editor : Faisal

TimurMedia, Penajam – Penerapan adaptasi kebiasaan hidup baru yang di gaungkan pemerintah pusat untuk menghadapi pandemi virus korona sudah bergulir.

Tak terkecuali Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang harus menerapkan adaptasi hidup baru juga. Tetapi hal itu masih menjadi tarik ulur oleh pemerintah kabupaten, meski trend kasus positif COVID-19 sudah melandai, karena masih menunggu zero kasus.

Beberapa kali pasien positif tersisa satu. Namun beberapa kali juga bertambah lagi. Per Jumat (17/7) kemarin, kasus positif masih menyisakan dua pasien.

Menanggapi hal tersebut Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PPU Jhon Kenedy menilai saat ini situasi pandemi COVID-19 di PPU cenderung baik.

Pemerintah setempat dikatakan Jon, harus cepat mencermati untuk dapat memberikan kelonggaran kepada masyarakat agar dapat berkativitas di tatanan adaptasi hidup baru.

“Artinya aktivitas masyarakat bisa saja berjalan kembali. Tapi dengan catatan harus tetap mematuhi protokol kesehatan,” ungkap politisi asal Partai Demokrat itu.

Protokol kesehatan wajib diterapkan. Sesuai imbauan pemerintah. Untuk mencegah tersebarnya virus ini. Sehingga saat adaptasi hidup baru diterapkan tidak menjadi penyebaran virus yang membuat pasien positif kembali bertambah.

Menurut Jon Kenedy, beberapa aktivitas masyarakat perlu kembali dilongkarkan, menimbang kebutuhan masyarakat sendiri. Seperti aktivitas ekonomi, ibadah serta aktivitas bertani masyarakat.

“Masa petani mau di rumah saja. ‘Kan tidak bisa,” sebutnya.

Saat ini Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara telah mencoba menerapkan tahapan menuju tatanan adaptasi hidup baru. Diawali di tataran kantor pemerintahan dengan kembali bekerja dikantor. Serta penerapan kembali pada umumnya. Juga dengan ketentuan-ketentuan protokol kesehatan yang diberlakukan.

“Sosialisasi harus terus dilakukan. Jangan sampai salah mengambil langkah. Pemerintah harus cermat menilai,” pungkasnya

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button